Filipina menyampaikan protes keras kepada China terkait insiden bentrokan terbaru di Laut China Selatan yang melibatkan personel kedua negara. Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro mengungkapkan hal itu setelah bertemu dengan Menlu China Wang Yi di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Rabu (22/7).
Melalui akun media sosialnya, Lazaro menyebut insiden yang terjadi awal pekan ini sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. “Saya menyampaikan protes keras atas insiden yang tidak dapat diterima di Laut China Selatan,” tulisnya.
Meski demikian, kedua menteri juga membahas pentingnya menjaga komunikasi agar ketegangan tidak semakin meningkat. “Kami membahas pentingnya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, mengelola ketegangan, dan mencari langkah-langkah praktis ke depan,” ujar Lazaro.
Pertemuan itu berlangsung dua hari setelah Filipina menuduh personel Penjaga Pantai China memukul seorang pelaut Angkatan Laut Filipina dengan tongkat di Beting Second Thomas, salah satu wilayah sengketa di Laut China Selatan. China membantah tuduhan tersebut dan menilai Filipina sebagai pihak yang memprovokasi insiden.
Artikel Terkait
China Siapkan Aturan Baru untuk Perketat Ekspor Teknologi AI dan Chip
China dan Rusia Gelar Latihan Tembak di ZEE Jepang, Tokyo Protes
China Protes ke Filipina soal Bentrokan di Laut China Selatan
Filipina Tuduh Penjaga Pantai China Pukul Personel Militer dengan Tongkat di Laut China Selatan