Perdagangan saham pagi ini di Bursa Efek Indonesia berakhir dengan catatan hijau. IHSG ditutup menguat pada sesi I, Kamis (8/1), dengan kenaikan 39,664 poin atau setara 0,44 persen, menuju level 8.984,478. Sepanjang pergerakannya, indeks sempat melesat hingga menyentuh 9.002,920, meski juga sempat terjun ke level terendah 8.930,577.
Nilai transaksi hari ini cukup sibuk, tercatat mencapai Rp 15,436 triliun. Volume perdagangannya pun tak kalah ramai, menyentuh angka 32,335 miliar saham dengan frekuensi transaksi hampir 2,33 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, mayoritas bergerak naik: 362 saham menguat, sementara 311 lainnya melemah dan 137 stagnan. Kapitalisasi pasarnya sendiri bertengger di angka Rp 16.434,561 triliun.
Nah, kalau lihat daftar penggeraknya, ada beberapa saham yang tampil luar biasa. PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI) jadi juaranya dengan melonjak 31,91 persen ke harga 124.
Di belakangnya, ada PT Carsurin Tbk. (CRSN) yang juga tak kalah perkasa, menguat 26,39 persen ke posisi 182.
Disusul kemudian oleh PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) yang naik 24,90 persen ke level 3.210.
Tak ketinggalan, saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk. (BRRC) juga terpantau meroket 18,70 persen, mengakhiri sesi di harga 146.
Lalu bagaimana dengan bursa regional? Kondisinya ternyata tak seragam. Di satu sisi, pasar China sedikit bernapas lega dengan Indeks Shanghai Composite (SSEC) yang naik tipis 0,14 persen ke 4.091,459.
Tapi di sisi lain, tekanan justru terasa di beberapa tempat. Indeks Nikkei 225 di Jepang, misalnya, terperosok 1,21 persen ke level 51.334,300. Nasib serupa dialami Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong yang juga turun 1,21 persen ke 26.139,730. Sementara itu, Indeks Straits Times (STI) Singapura sedikit melemah 0,22 persen ke posisi 4.737,100.
Artikel Terkait
Pahami Kode 10 Digit Waran Terstruktur Sebelum Bertransaksi, Ini Cara Bacanya
BISI International Bagikan Dividen Rp78 Miliar untuk Tahun Buku 2025
ISSP Siapkan Buyback Rp200 Miliar, Respons Harga Saham yang Tertekan
Gubernur The Fed Christopher Waller Serukan Penghapusan Bias Pelonggaran, Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga