Kemacetan sempat melanda Jalan Jenderal Ahmad Yani di Bekasi, Selasa dini hari lalu. Penyebabnya? Sebuah mobil SUV menghajar pembatas beton di jalan itu hingga hancur berkeping-keping. Puing-puingnya berserakan, menghalangi jalur dan tentu saja, bikin arus kendaraan tersendat parah.
Jajaran Satuan Lantas Polres Metro Bekasi Kota langsung bergerak. Mereka tak hanya mengatur arus lalu lintas yang sudah kacau, tapi juga turun tangan membersihkan reruntuhan beton dari tengah jalan. Situasinya cukup pelik, mengingat kejadiannya terjadi di turunan flyover Summarecon, tepatnya arah menuju Tol Bekasi Barat, sekitar pukul empat pagi.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, menjelaskan kronologinya.
"Yang terlibat sebuah Mitsubishi Pajero. Diduga kuat, pengemudinya ngantuk. Alhasil, kendaraannya nyelonong dan menabrak pembatas jalan sampai hancur. Materialnya berhamburan di badan jalan," ujar Bintoro, Kamis (8/1).
Gara-gara insiden itu, arus dari Summarecon ke gerbang tol sempat macet total. Menanggapi hal ini, Unit Turjawali segera diterjunkan. Fokus mereka dua hal: evakuasi material dan pengendalian lalu lintas secara manual.
"Personel kami kerahkan untuk menyingkirkan puing-puing itu. Tujuannya jelas, biar tidak membahayakan pengendara lain dan sekaligus mengurai kemacetan," kata AKP Parwoto, pimpinan Unit Turjawali.
Ia menggambarkan, sejumlah personel bahu-membahu membereskan sisa-sisa beton. Upaya itu dilakukan agar jalanan bisa segera dilalui dengan aman. Di sisi lain, pengaturan arus secara manual juga terus dilakukan agar mobilitas warga, meski lambat, tetap bisa berjalan.
Kini, kasusnya telah diambil alih Unit Laka Lantas untuk penyelidikan lebih mendalam. Sementara itu, kondisi di lokasi sudah kembali normal. Puing-puing telah dibersihkan dan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani kembali lancar.
Polisi pun tak lupa memberikan imbauan. Mereka mengingatkan betapa pentingnya kondisi fisik pengemudi.
"Kalau sudah merasa mengantuk, segera cari tempat untuk beristirahat. Jangan dipaksakan. Ini menyangkut keselamatan banyak orang, termasuk diri sendiri," pungkas AKP Parwoto.
Pesan yang sederhana, tapi seringkali terabaikan di tengah terburu-buru perjalanan dini hari.
Artikel Terkait
Whoosh Luncurkan Promo Tiket Rombongan Rp 200.000 untuk Rute Jakarta-Bandung
Manchester United Kejar Tiket Liga Champions dengan Misi Balas Dendam ke Everton
BPOM Serang Temukan Sagu Mutiara dan Ikan Teri Berzat Berbahaya di Pasar Pandeglang
DPR Intensifkan Partisipasi Publik untuk RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Mulai Maret 2026