KFC dan Pizza Hut India Merger Rp 15,6 Triliun, Strategi Bertahan di Pasar Sengit

- Minggu, 04 Januari 2026 | 07:06 WIB
KFC dan Pizza Hut India Merger Rp 15,6 Triliun, Strategi Bertahan di Pasar Sengit

Industri restoran cepat saji di India sendiri sedang tidak mudah. Pertumbuhan penjualan melambat dalam beberapa kuartal terakhir. Persaingan makin sengit dengan pemain seperti McDonald's dan Domino's yang terus berinvestasi. Belum lagi pendatang baru seperti Wow Momo yang agresif memperluas jangkauan produknya.

Dengan penggabungan ini, Devyani diharapkan bisa menjadi "perusahaan berskala nasional" yang sebanding dengan pesaing utamanya, Jubilant FoodWorks. Mereka bahkan optimis bisa menjadi pemimpin pasar. Manfaat sinergi dari bisnis gabungan ini diproyeksikan mencapai 2,25 miliar rupee per tahun, mulai tahun kedua setelah merger benar-benar berjalan.

Secara portofolio, Devyani saat ini mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai di 280 kota, mencakup India, Nigeria, Nepal, dan Thailand. Sapphire Foods mengelola sekitar 1.000 restoran KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell di India serta Sri Lanka. Gabungan keduanya akan membentuk jaringan yang sangat luas.

Latar belakangnya menarik. Yum! Brands sebenarnya sudah mulai merombak model bisnisnya sekitar sepuluh tahun lalu, dengan melepas sebagian operasi ke Sapphire Foods yang kala itu baru dibentuk. Sapphire sendiri didirikan pada 2015 dengan dukungan investor seperti Samara Capital dan Goldman Sachs, lalu melantai di bursa pada akhir 2021.

Namun begitu, jalan menuju integrasi penuh masih panjang. Kesepakatan ini masih perlu persetujuan dari regulator, termasuk otoritas persaingan usaha India. Prosesnya diperkirakan memakan waktu 12 hingga 15 bulan. Target mereka, integrasi penuh dan realisasi semua manfaat sinergi bisa tercapai dalam 18 bulan ke depan. Mari kita tunggu kelanjutannya.


Halaman:

Komentar