Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Pasar Menanti Data dan Arah Baru The Fed

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:15 WIB
Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Pasar Menanti Data dan Arah Baru The Fed

Poundsterling juga ikut-ikutan melemah, turun 0,18% ke USD 1,3445. Padahal tahun 2025, ia mencetak kenaikan 7,7% lonjakan terbesar dalam delapan tahun terakhir.

Selain data, ada satu hal lain yang bakal disorot tajam: kepemimpinan The Fed. Masa jabatan ketua sekarang, Jerome Powell, berakhir Mei mendatang. Presiden Donald Trump sudah bilang akan memilih penggantinya bulan ini. Banyak pelaku pasar menduga, pilihan Trump akan lebih mendorong pemotongan suku bunga. Soalnya, Trump sendiri kerap mengkritik Powell karena dianggap terlalu pelit memotong biaya pinjaman.

“Kami memperkirakan kekhawatiran soal independensi bank sentral ini akan berlanjut sampai 2026,” tulis para ahli strategi Goldman Sachs dalam sebuah catatan klien. “Perubahan kepemimpinan yang akan datang adalah salah satu alasan mengapa perkiraan kami untuk suku bunga cenderung lebih dovish.”

Mereka, seperti kebanyakan pedagang, sepenuhnya mengharapkan dua kali pemotongan tahun ini.

YEN TETAP TERPURUK

Bagaimana dengan yen Jepang? Mata uang ini masih terperosok, melemah 0,16% terhadap dolar AS ke level 156,91. Kenaikan kurang dari 1% di tahun 2025 jelas tak cukup. Nilainya masih berkutat di sekitar level terendah 10 bulan, yaitu 157,89, yang sempat dicapai November lalu. Level ini membuat was-was para pembuat kebijakan dan memicu spekulasi bakal ada intervensi dari Bank Sentral Jepang (BOJ).

BOJ sudah dua kali menaikkan suku bunga tahun lalu. Tapi langkah itu nyaris tak membantu. Investor rupanya menginginkan langkah yang lebih agresif. Menurut data LSEG, pasar bahkan hanya memberi probabilitas di bawah 50% untuk kenaikan suku bunga BOJ berikutnya sebelum bulan Juli.

Jadi, awal 2026 ini diwarnai oleh dolar yang berusaha bangkit, ketidakpastian kebijakan, dan mata uang seperti yen yang masih terjebak dalam tekanan. Semuanya menunggu petunjuk dari data dan keputusan politik di Washington.


Halaman:

Komentar