Kariernya berawal dari Perumtel, cikal bakal Telkom Indonesia, di awal tahun 90-an. Dari posisi teknis, ia merangkak naik. Pernah jadi General Manager di Kandatel Jakarta Pusat, lalu Vice President untuk komunikasi pemasaran, hingga menduduki sejumlah posisi manajerial strategis lainnya.
Pada 2010, kepercayaan yang lebih besar datang. Awaluddin dipercaya memimpin PT Infomedia Nusantara, anak usaha Telkom. Perjalanannya di grup telekomunikasi itu terus berlanjut, dengan memegang portofolio direktur untuk lini enterprise dan bisnis.
Namun, publik mungkin lebih mengenalnya saat ia memegang kendali PT Angkasa Pura II. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah bandara mengalami transformasi layanan dan operasional. Ia fokus pada peningkatan kualitas untuk penumpang dan efisiensi bisnis, sebelum akhirnya meninggalkan posisi itu di akhir 2023.
Setelahnya, ia sempat menjadi Komisaris Utama PT Pelni. Lalu, pada Mei 2025, ia kembali ke Telkom sebagai Wakil Direktur Utama. Tak lama berselang, pemerintah menugaskannya untuk memimpin Jasa Raharja, mengisi kursi direktur utama yang kosong.
Dengan semua perubahan ini, berikut susunan direksi PT Jasa Raharja yang baru:
- Direktur Utama: Muhammad Awaluddin
- Direktur SDM, Umum, dan TI: Rubi Handojo
- Direktur Keuangan: Bayu Rafisukmawan
- Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Harwan Muldidarmawan
- Direktur Hubungan Kelembagaan: Dewi Aryani Suzana
- Direktur Operasional: Ariyandi
Artikel Terkait
ADRO Tingkatkan Anggaran Buyback Saham Jadi Rp 5 Triliun
WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun
OJK dan BEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
PTPP Lakukan Penyesuaian Akuntansi untuk Perkuat Fondasi Keuangan Jangka Panjang