Azan Terakhir Quentin untuk Sang Ayah, Karina Tak Kuasa Menahan Tangis di Pemakaman Epy Kusnandar

- Kamis, 04 Desember 2025 | 09:54 WIB
Azan Terakhir Quentin untuk Sang Ayah, Karina Tak Kuasa Menahan Tangis di Pemakaman Epy Kusnandar

Pada Kamis pagi, 4 Desember, suasana haru menyelimuti TPU Jeruk Purut. Di sanalah jenazah Epy Kusnandar akhirnya dimakamkan. Sebelumnya, almarhum sempat disemayamkan di rumah duka di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Iring-iringan mobil jenazah tiba di lokasi pemakaman tepat pukul 08.08 WIB. Istri Epy, Karina Ranau, terlihat sangat lemas. Sepanjang prosesi, ia tak henti memeluk erat foto mendiang suaminya, seolah mencari kekuatan dari gambar itu.

Di sisi lain, buah hati mereka, Quentin Stanislavski, tampak berusaha tegar. Ia terus mendampingi sang ibunda, memberikan sandaran di tengah duka yang begitu dalam.

Prosesi sempat tertunda sebentar. Para pelayat menunggu kedatangan putra Epy lainnya, Damar, yang masih di perjalanan. Setelah semua berkumpul, acara pun dimulai dengan sambutan dari keluarga dan orang-orang terdekat almarhum.

Karina Ranau kemudian menyampaikan sepatah dua patah kata. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mencintai suaminya. Namun yang lebih menyentuh, adalah permintaan maafnya yang tulus.

"Saya mewakili keluarga, sebagai istri yang menemaninya selama 22 tahun, mohon maaf," ujar Karina dengan suara bergetar. "Maafkan segala kesalahan, perkataan, atau sikapnya yang mungkin pernah kurang berkenan."
"Dengan maaf yang tulus, semoga perjalanannya menuju surga Allah dilancarkan. Amin," tambahnya.

Giliran Aris Nugraha, sutradara Preman Pensiun, yang naik. Dalam sambutannya, Aris mengungkapkan bahwa ia dan Epy sebenarnya sedang merencanakan produksi Preman Pensiun 11.

"Tapi saya ikhlaskan jalan Epy menuju surga," katanya lirih.

Quentin pun menyampaikan pesan terakhirnya untuk sang ayah. Kalimatnya singkat, namun sarat makna dan penyesalan.

"Enggak lihat aku masuk IKJ dong Pi... Surga ya Pi...," ucap Quentin sebelum akhirnya tak kuasa menahan tangis.

Kemudian, tiba saat yang paling mengharukan. Jenazah Epy mulai diturunkan ke liang lahat. Quentin, dengan suara yang jelas meski terbata, mengumandangkan azan dan iqamah. Setelah ia naik, tanah pun perlahan mulai menutupi liang itu.

Lantunan Surat Yasin mengiringi prosesi. Tangis Karina akhirnya pecah. Ia menyaksikan sendiri liang lahat suaminya tertutup butir demi butir tanah, sebuah perpisahan fisik yang terasa begitu nyata dan pedih.

Usai prosesi utama, para pelayat diperkenankan menabur bunga. Kepiluan Karina kembali meluap. Di antara isak tangisnya, terdengar ungkapan cinta yang terdalam.

"I love you Pi. Sampai ketemu lagi. Jangan berubah ya."
"Kalau kamu pergi, siapa yang dengerin aku Pi? Kamu pendengar terbaik buat aku," lanjutnya sambil menangis keras, tak lagi mampu menahan beban di hatinya.

Melihat kondisinya yang semakin tidak stabil, keluarga akhirnya mengambil keputusan. Karina digendong dan dibawa menjauh dari liang lahat, menuju tempat yang lebih tenang agar ia bisa sedikit lebih tenang.

Sepanjang prosesi, hadir pula rekan-rekan Epy dari serial Preman Pensiun. Mereka berdiri tegar, melepas kepergian seorang sahabat dan kolega menuju peristirahatan terakhirnya. Suasana hening, hanya sesekali terdengar desahan dan doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhum.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar