IDXChannel – Prospek PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), atau yang lebih dikenal sebagai Pondok Indah Group, tampaknya masih bakal cerah hingga 2026. Perusahaan ini punya modal kuat: pendapatan berulang alias recurring income yang mendominasi, plus tambahan tenaga dari pusat perbelanjaan anyar, Pondok Indah Mall 5 (PIM 5), yang baru mulai beroperasi. Menurut riset Samuel Sekuritas yang dirilis Kamis (23/4/2026), MKPI punya peluang mencatat pertumbuhan di kuartal I-2026. Meski begitu, mereka tetap harus melewati pola musiman yang biasanya agak melambat di paruh pertama tahun. Pendapatan di kuartal tersebut diperkirakan tembus Rp646 miliar, naik tipis 1,8 persen dibanding tahun lalu. Sementara laba bersihnya diproyeksikan Rp269 miliar, tumbuh 7,7 persen secara tahunan. Salah satu pendorong utamanya jelas PIM 5 yang mulai beroperasi Maret lalu. Tapi bukan cuma itu portofolio perusahaan ini dinilai cukup tangguh di tengah tekanan ekonomi makro. Kalau kita lihat ke belakang, kinerja MKPI sebelumnya juga cukup moncer. Sepanjang kuartal IV-2025, mereka mencatat pendapatan Rp757 miliar. Angka ini naik 11,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dan melonjak 24,3 persen dibanding kuartal sebelumnya. Setahun penuh 2025, pendapatan mereka mencapai Rp2,6 triliun, tumbuh 4,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen pusat perbelanjaan yang jadi tulang punggung bisnis. Hotel juga mulai menunjukkan perbaikan, seiring tingkat hunian yang meningkat. Sementara penjualan tanah dan bangunan ikut terdorong oleh waktu serah terima unit. Dari sisi profitabilitas, laba bersih kuartal IV-2025 tercatat Rp349 miliar, naik 16,7 persen. Margin laba bersihnya pun cukup gemuk, mencapai 46,1 persen. Secara total, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp1,1 triliun, tumbuh 13,9 persen. Samuel Sekuritas menilai, ke depan pendapatan berulang bakal makin mendominasi struktur pendapatan MKPI. Tahun 2026 saja, kontribusinya diproyeksikan mencapai 78,3 persen. Dalam beberapa tahun ke depan, angka itu diperkirakan naik lagi hingga sekitar 80 persen. Segmen pusat perbelanjaan tetap jadi andalan utama. Apalagi, ada tambahan luas area sewa sekitar 6.000 meter persegi dari PIM 5, yang berarti naik 3,5 persen dari total area sewa mal yang sudah ada. Di sisi lain, segmen perkantoran, hotel, dan apartemen diperkirakan tetap stabil. Permintaan di lokasi premium seperti Pondok Indah memang masih cukup kuat. Secara keseluruhan, pendapatan MKPI pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp2,8 triliun, tumbuh 7,8 persen. Laba bersihnya diperkirakan Rp1,2 triliun, naik 10,8 persen. Tapi perusahaan ini nggak cuma mengandalkan pendapatan sewa. Mereka juga aktif menggarap proyek strategis, seperti Pondok Indah Townhouse dan Pondok Indah City Walk. Ada juga upaya meningkatkan konektivitas kawasan, misalnya lewat pembangunan jembatan penghubung antara PIM 3 dan PIM 5. Soal ekspansi, MKPI juga sedang menjajaki pengembangan brownfield di PIM 1. Selain itu, ada potensi proyek greenfield seperti Pondok Indah Residence 2, untuk menangkap permintaan di kawasan township terintegrasi. Berdasarkan prospek ini, Samuel Sekuritas merekomendasikan aksi beli untuk saham MKPI. Target harganya Rp32.000, yang artinya ada potensi kenaikan sekitar 42,4 persen dari harga saat ini. (DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Bapanas Izinkan Penggunaan Kemasan Beras SPHP Tahun 2023–2025 Akibat Kelangkaan Bahan Baku Plastik
Pefindo Turunkan Peringkat Adhi Commuter Properti dan Obligasinya Imbas Penundaan Kupon
ALII Raih Kredit Investasi Rp494,5 Miliar dari BRI untuk Ekspansi Armada
PT Timah Genjot Produksi dan Hilirisasi pada 2026 Manfaatkan Momentum Harga Global