IHSG Ditutup Melemah, Indeks LQ45 Anjlok Lebih dari 1 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menutup sesi perdagangan pada hari Senin dengan pelemahan. IHSG tercatat terkoreksi tipis 3,350 poin, setara dengan 0,04 persen, ke level 8.391,240.
Tekanan jual lebih terasa pada indeks LQ45 yang mengalami penurunan signifikan sebesar 8,629 poin atau 1,01 persen, mengakhiri hari di posisi 844,870. Secara keseluruhan, pasar tercatat lebih berwarna dengan 371 saham menguat, 282 saham melemah, dan 157 saham stagnan atau tidak berubah.
Aktivitas perdagangan hari ini cukup tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 2.682.121 kali. Total volume perdagangan saham mencapai 44,232 miliar saham dengan nilai transaksi terkumpul senilai Rp 20,61 triliun.
Daftar Saham Top Loser Penahan IHSG
Sejumlah saham tercatat sebagai penyumbang pelemahan atau top loser pada penutupan pasar sore ini. Berikut ini adalah lima saham dengan penurunan harga terbesar:
- Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): turun 12.000 poin (12,00%) ke level 88.000
- Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYS): turun 17 poin (9,88%) ke level 155
- Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA): turun 14 poin (7,25%) ke level 179
- Carsurin Tbk (CRSN): turun 9 poin (6,82%) ke level 123
- Green Power Group Tbk (LABA): turun 12 poin (4,80%) ke level 238
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah justru menunjukkan performa positif. Mata uang Indonesia menguat 36,00 poin atau 0,22 persen terhadap Dolar AS, ditutup pada level Rp 16.654.
Pergerakan Bursa Saham Asia pada Sesi Senin
Sementara IHSG melemah, pergerakan bursa saham regional Asia menunjukkan kinerja yang beragam. Berikut ringkasan pergerakan indeks saham utama di kawasan Asia:
- Indeks Nikkei 225 (Jepang): Menguat 635,402 poin (1,26%) ke level 50.911,800
- Indeks Hang Seng (Hong Kong): Menguat 407,230 poin (1,55%) ke level 26.649,060
- Indeks SSE Composite (China): Menguat 21,040 poin (0,53%) ke level 4.018,600
- Indeks Straits Times (Singapura): Melemah 3,349 poin (0,13%) ke level 4.486,240
Artikel Terkait
Rupiah Melemah 0,30% dalam Sepekan, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed
PT Matahari Putra Prima Gelar Rights Issue Rp780 Miliar untuk Beli Aset dan Perbaiki Struktur Keuangan
ASSA Suntik Rp54 Miliar ke Anak Usaha Properti untuk Perkuat Operasional
BEI: IPO Bukan Berarti Kehilangan Kendali, Mayoritas Saham Tetap di Tangan Pendiri