Ibadah Jumat Agung dan Salat Jumat di Istiqlal-Katedral Berjalan Damai

- Jumat, 03 April 2026 | 14:10 WIB
Ibadah Jumat Agung dan Salat Jumat di Istiqlal-Katedral Berjalan Damai
Ibadah Jumat Agung dan Salat Jumat Berjalan Damai

Hari Jumat kemarin, suasana di sekitar Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta terasa berbeda. Dua rumah ibadah itu, secara bersamaan, menggelar ritual keagamaan yang penting bagi masing-masing umat. Di Istiqlal, jemaah memadati lapangan untuk salat Jumat. Tak jauh dari sana, di Katedral, umat Kristiani tengah mengikuti perayaan Jumat Agung. Yang menarik, semuanya berjalan lancar. Kondusif, bahkan.

Menurut sejumlah saksi yang berada di lokasi, tak ada gesekan sama sekali. Justru yang muncul adalah sikap saling menghormati. Warga, baik Muslim maupun Kristiani, tampaknya sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Mereka fokus pada ibadahnya masing-masing tanpa mengganggu.

Bambang, seorang warga Bogor berusia 55 tahun, mengaku tak melihat masalah.

"Dari saya melihat perjalanan, adem-adem saja. Kita sama-sama menjalankan ibadah saja," ujarnya di area Istiqlal, Jumat (3/4/2026).

Baginya, toleransi bukan hal baru. Ini sudah jadi pelajaran hidup. Bahkan dalam keluarganya sendiri, nilai-nilai menghargai perbedaan sudah ditanamkan sejak lama.

"Karena di keluarga saya juga ada yang beragama Kristen, jadi saling menghargai saja," sambung Bambang.

Di sisi lain, nuansa serupa juga terasa di dalam Gereja Katedral. Nata, seorang jemaat dari Kelapa Gading, menggambarkan suasana ibadah Jumat Agung berlangsung khidmat.

"Sebenarnya suasana di sini sangat ini ya, sangat adem ayem," kata Nata.

Dia merasa lega dan senang. Di hari yang sama, dua komunitas agama bisa menjalankan ritual dengan tenang, tanpa gangguan. Itu baginya adalah gambaran nyata kerukunan.

"Gimana ya menggambarkannya, sangat senang juga karena di hari Jumat kita juga masih bisa tenang beribadah, dan juga Jumatan juga masih berjalan dengan lancar gitu. Jadi ya cukup baiklah toleransi yang ada di sekitar jalan ini," ungkapnya.

Memang, peristiwa kemarin mungkin bukan hal yang spektakuler. Tapi dalam kesederhanaannya, ada sebuah cerita tentang Jakarta yang seringkali luput dari perhatian. Sebuah cerita tentang kewajaran, tentang warga yang bisa hidup berdampingan dengan damai di tengah kesibukan ibadah mereka. Suasana di sepanjang jalan antara kedua bangunan megah itu pun terasa tenang, seolah mencerminkan sikap para pengunjungnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar