Nah, untuk menyambut peluang itu, Delta Djakarta tidak tinggal diam. Strateginya cukup jelas: ekspansi. Perusahaan berencana memperluas jaringan distribusinya dengan menambah jumlah mitra distributor di berbagai daerah. Mereka ingin bir merek Anker dan lainnya lebih mudah ditemui.
Di sisi lain, portofolio produk yang sudah ada akan dimaksimalkan. Saat ini, perseroan punya tidak kurang dari 10 merek bir yang menjangkau beragam segmen. Mulai dari kalangan premium, pasar mainstream, sampai segmen ekonomis. Ragamnya pun lengkap, ada bir hitam, bir dengan rasa manis, wheat beer, dan lain-lain.
“Kami yakin kombinasi ekspansi distribusi dan optimalisasi portofolio merek akan mendorong peningkatan kinerja penjualan pada 2026,” tegas Webster.
Bagaimana dengan bagi hasil ke pemegang saham? Soal dividen, perusahaan menegaskan kebijakannya akan tetap mempertimbangan banyak hal. Kondisi keuangan, kinerja pendapatan, rencana investasi baru, dan kebutuhan modal kerja semuanya akan dikaji. Namun, track record mereka selama delapan tahun terakhir cukup menggoda. Delta Djakarta tercatat konsisten membagikan dividen dengan payout ratio yang bahkan bisa dibilang agresif, berkisar antara 97 persen hingga 162 persen.
Jadi, sambil memperbaiki mesin dan sistem internal, mereka juga sedang mempersiapkan serangan di pasar begitu angin baik berhembus di tahun depan.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.002, Dihantui Ketegangan Iran dan Prospek Kenaikan Suku Bunga AS
IHSG Bangkit dari Jurang 7.000, Ditutup Melemah Tipis di 7.091
BREN Akhiri Program Buyback Saham Lebih Cepat, Kondisi Pasar Dinilai Stabil
Saham Sawit Melonjak Didorong Komitmen Presiden Terhadap Program B50