tambah dr. Haryati.
Kedatangan relawan ini disambut hangat. Sebelumnya, warga bilang, kunjungan relawan lain biasanya cuma pemeriksaan biasa. Tapi kali ini, Relawan Pertamina Peduli membawa obat-obatan, layanan medis lengkap, plus bantuan sembako dan makanan siap saji. Memang, jumlahnya tak banyak mengingat semua harus diangkut dengan jalan kaki.
Selain urusan kesehatan, relawan juga mengadakan trauma healing untuk anak-anak. Kegiatannya sederhana: kuis tebak-tebakan dan permainan ringan. Tujuannya cuma satu, mencoba memulihkan sedikit psikologi mereka pasca bencana. Anak-anak yang ikut juga dapat tambahan asupan susu.
Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), komitmen mereka adalah hadir membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Relawan akan terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah terisolir, melewati medan seberat apa pun, untuk memberikan layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan.
“Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk di daerah yang belum tersentuh bantuan. Kehadiran relawan, tenaga medis, dan bantuan ini kami harap bisa meringankan beban warga dan membantu proses pemulihan,”
ujar Baron.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina juga menyatakan komitmennya mendukung target Net Zero Emission 2060. Mereka mendorong program-program yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Upaya ini bagian dari transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola baik, pelayanan publik, serta keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip ESG di seluruh lini bisnisnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Investasi Rp 2.175 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Wacana Gentengisasi Prabowo Hangatkan Harapan di Jatiwangi
Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus
Menteri Keuangan Tegaskan: Tidak Akan Ada Lagi Burden Sharing dengan BI