Reaksi pasar? Cukup keras. Di penutupan perdagangan hari itu, saham NRCA ambles 10 persen ke level Rp1.780. Kapitalisasi pasarnya pun tergerus, menyusut jadi Rp4,4 triliun. Sebuah koreksi yang tajam.
Namun begitu, kalau dilihat dari perjalanan sepanjang tahun, performa NRCA sebenarnya luar biasa. Sahamnya sempat melesat hingga 400 persen! Kenaikan gila-gilaan ini didorong rumor masuknya taipan ternama, Prajogo Pangestu. Kabar itu sempat beredar kencang, meski akhirnya dibantah oleh PT Barito Pacific Tbk.
Yang menarik, Eddy bukan satu-satunya yang sedang mengurangi kepemilikan. Pemegang saham minoritas lain, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, juga terlihat aktif melego saham NRCA. Data dari KSEI menunjukkan, Saratoga mulai jual-jual pada November 2025. Itu adalah kali pertama mereka menjual sejak jadi investor.
Sepanjang bulan November, Saratoga melepas sekitar 22,5 juta saham. Alhasil, kepemilikannya yang semula 6,89 persen, menyusut ke level 6,11 persen. Ada apa, ya? Momen divestasi ini kebetulan atau ada sinyal tertentu? Pasar pasti akan mencermati langkah-langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Palantir Pacu Nasdaq, Emas Melonjak 6% di Tengah Gejolak Pasar
Mendag Tegaskan Tak Ada Moratorium, Ekspor Kelapa Tetap Jalan
Pemerintah Pacu Investasi Rp 2.175 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Wacana Gentengisasi Prabowo Hangatkan Harapan di Jatiwangi