Lalu, untuk apa dana segunung itu? Menurut perusahaan, setelah dipotong biaya emisi, hasilnya akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja. Salah satunya, tentu saja, untuk membeli bahan baku produksi yang menopang kegiatan operasional mereka.
Soal kualitas, Pefindo memberi peringkat AA- untuk surat utang Tahap I 2025 ini. Peringkat itu berlaku mulai 30 September 2025 hingga 1 September 2026. Cukup solid.
Penawarannya sendiri dibagi dalam dua fase. Periode penawaran awal berlangsung singkat, dari 18 sampai 23 Desember 2025. Selanjutnya, masa penawaran umum baru dibuka pada 5-8 Januari 2026. Dengan skema itu, Chandra Asri menargetkan obligasi mereka bisa tercatat di papan Bursa Efek Indonesia tepat pada 14 Januari 2026.
Nah, kita lihat saja nanti respons pasar. Langkah ini jelas menunjukkan ambisi perusahaan untuk terus bergerak maju.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi