Malam itu benar-benar mencekam. Di Jalan Ir Soekarno, Klaten, seorang pemuda bernama Dimas (21) harus merasakan teror begal yang disertai pembacokan. Saat melintas dengan motornya, ia tiba-tiba dikejar, dicegat, lalu menjadi sasaran bacokan. Tak cuma itu, harta bendanya pun dirampas begitu saja.
Menurut pengakuan Dimas di Polres Klaten, pelakunya berjumlah empat orang. Mereka mengejarnya dengan empat motor berbeda.
"Yang ngejar saya empat orang dengan empat motor. Nmax dua, Scoopy dan Beat," ujarnya.
Kejadian ini berlangsung sekitar pukul dua pagi, Rabu kemarin. Dimas yang sedang mengendarai Vario dari arah selatan mendadak dikejar rombongan itu. Situasinya berubah cepat dari sekadar berkendara menjadi sebuah pengejaran yang menakutkan.
"Yang motor Beat mencegat di depan saya, yang pakai Nmax di samping, ini (belakang) yang Scoopy," jelas Dimas, menggambarkan bagaimana mereka mengepungnya.
Serangan pun terjadi. Seseorang yang mengendarai Nmax di kanannya langsung membacok. Helmnya terkena dua kali. Bacokan lain mendarat di lututnya, dan menurutnya, senjata yang digunakan adalah celurit.
Para pelaku, yang semuanya mengenakan helm dan jaket, tampak dingin. Mereka hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun selain meminta harta Dimas.
"Uang saya Rp 500.000 dan HP satu diminta," katanya.
Ia juga menyebut lokasi kejadian yang gelap gulita, tanpa penerangan jalan yang memadai, tepatnya di area terminal menuju selatan. Kondisi itu jelas mempermudah aksi para pelaku dan memperparah trauma yang dirasakan korban.
Artikel Terkait
Tawuran di Cipinang Berujung Tragis, Warga Tewas Tertemper Kereta Saat Coba Melerai
Saksi Ungkap Dua Terdakwa Penyiraman Air Keras ke KontraS Berbelit soal Luka Bakar di Wajah
Guru SLB di Magetan Hadang Bus Nekat Terobos Lampu Merah, Sopir Akhirnya Minta Maaf
Indonesia Desak Semua Pihak Menahan Diri Usai Serangan Rudal dan Drone ke Kilang Minyak UEA