JOMBANG - Jalur Apak Broto di Trenggalek, Jawa Timur, kembali memakan korban. Rabu (18/12/2025) lalu, sebuah Toyota Avanza yang membawa rombongan wisatawan asal Jombang tercebur ke jurang. Peristiwa mencekam ini terjadi di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, mobil itu melintasi turunan tajam. Tiba-tiba, rem mendadak blong. Nahas. Detik-detik genting sebelum kendaraan itu terjun bebas sempat terekam kamera penumpang, menangkap suasana panik yang sulit dilupakan.
Rekaman video itu sungguh mengerikan. Terlihat Avanza meluncur tanpa bisa dikendalikan, sebelum akhirnya menghilang dari bibir jalan dan jatuh ke dasar jurang sedalam kira-kira 30 meter. Suara teriakan dan benturan keras mengakhiri klip tersebut.
Sebenarnya, rombongan itu sedang dalam perjalanan menuju kawasan wisata Watulimo. Agar lebih cepat, pengemudi memutuskan mengambil jalur alternatif. Ya, Apak Broto itu. Jalur yang kondang karena tanjakannya yang ekstrem dan menguji nyali. Pilihan rute ini konon mengikuti arahan dari aplikasi peta digital yang mereka gunakan.
Begitu kejadian tersiar, warga setempat bersama petugas langsung bergerak. Evakuasi dilakukan secepat mungkin untuk menurunkan korban dari dalam jurang yang curam. Butuh usaha ekstra, tapi akhirnya semua berhasil ditarik ke atas.
Sopir yang diketahui bernama Deni Lastika, bersama lima penumpang lainnya, selamat. Mereka beruntung.
"Kondisi saya dan keluarga alhamdulillah selamat, hanya luka ringan lecet-lecet saja," ujar Deni, menceritakan keajaiban dalam musibah itu.
Memang, seluruh penumpang hanya mengalami cedera ringan. Meski begitu, mereka segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Syukur yang teramat besar di tengah lokasi kejadian yang mengiris hati.
Artikel Terkait
Produksi Padi Merauke Melonjak 66 Persen Berkat Program Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat
Kejari Rohil Tahan Dua Pejabat Disdikbud Tersangka Korupsi TPP Guru PPPK Rp1,47 Miliar
Anggota DRI Kecam Penyekapan dan Penganiayaan Sadis Perempuan di Bandung Selama Tiga Tahun
PBNU Siapkan Ekosistem Inovasi Digital untuk Santri dan Kader Menuju NIAS 2026