Jonru Ginting: Tangisan, Tuduhan, dan Jeritan Jangan Pilih Dia! yang Kini Terasa Makin Nyata

- Kamis, 18 Desember 2025 | 07:00 WIB
Jonru Ginting: Tangisan, Tuduhan, dan Jeritan Jangan Pilih Dia! yang Kini Terasa Makin Nyata

✍🏻 Jonru Ginting

Lihatlah kondisi Indonesia sekarang. Rasanya, situasi yang memprihatinkan ini mungkin bisa membuat lebih banyak orang paham. Paham, kenapa sejak 2012 lalu saya tak pernah berhenti bersuara, bahkan nyaris setiap hari, meneriakkan satu hal: "Jangan pilih dia!"

Waktu itu, saya benar-benar cemas. Peduli banget sama nasib bangsa ke depan. Sampai-sampai, saya pernah nangis sendiri membayangkannya. Serius.

Namun begitu, apa balasan yang saya terima?

Bully-an. Tuduhan. Caci maki. Laporan fitnah. Karakter saya dihancurkan ditempeli label 'raja hoax', 'raja fitnah' dan ujung-ujungnya harus mendekam di penjara.

Menurut sejumlah saksi, saya dituding sebagai buzzer bayaran, dikatakan sebagai alat politik orang lain. Padahal, saya cuma warga biasa. Benar-benar biasa. Yang cuma punya kepedulian lebih terhadap negara ini.

Perjuangan saya dulu sepi. Sendirian. Saya cuma seorang penulis dan pebisnis kecil. Modal utama cuma rasa prihatin yang dalam.

Saya bukan buzzer. Bukan politikus. Bukan pula aktivis kawakan. Saya manusia biasa saja.

Semua itu sudah saya terima dengan ikhlas. Kini, harapan saya cuma satu: semoga kita belum kehilangan semua waktu untuk membenahi keadaan. Aamiin.

(Jonru Ginting)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler