Perdagangan saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia. Langkah ini diambil menyusul keputusan pemerintah yang menghentikan operasional perusahaan, terkait dengan bencana yang melanda Sumatera. Situasinya memang sedang tidak menentu.
Menurut Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, penghentian perdagangan ini berkaitan langsung dengan ketidakpastian yang menyelimuti masa depan usaha Toba Pulp. Intinya, ada kekhawatiran soal kelangsungan bisnis mereka ke depan.
"Maka, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek INRU di seluruh pasar terhitung sejak Sesi II perdagangan efek pada Rabu, 17 Desember 2025,"
jelas Lidia dalam pengumuman resmi yang dirilis Rabu siang tadi. BEI pun mengingatkan semua pihak untuk mencermati setiap informasi yang nantinya dikeluarkan oleh emiten.
Sebelumnya, perusahaan sudah memberikan sinyal soal masalah ini. Anwar Lawden, Direktur & Corporate Secretary Toba Pulp Lestari, membeberkan bahwa pemerintah sedang melakukan penangguhan sementara akses pengelolaan hasil hutan. Kebijakan ini bagian dari proses evaluasi dan verifikasi yang sedang berjalan.
"Kebijakan tersebut mencakup penghentian sementara kegiatan penebangan dan pengangkutan kayu hasil hutan yang wajib dipenuhi oleh perseroan,"
kata Anwar. Dia berusaha menenangkan dengan menegaskan bahwa izin operasional perusahaan sebenarnya masih tetap berlaku. Hanya saja, dampaknya jelas terasa: produksi mandek, pendapatan pun berpotensi tertunda. Tidak ada yang tahu kapan akses itu akan dibuka kembali. Sekarang, perusahaan hanya bisa pasrah menunggu proses verifikasi dari pemerintah.
Di pasar, sentimen negatif sudah lebih dulu terlihat. Saham INRU melemah tipis 0,8 persen ke level Rp590 di penutupan sesi I. Jika dilihat lebih jauh, dalam tiga bulan terakhir, saham perusahaan produsen kayu ini sudah terpangkas cukup dalam, sekitar 26 persen. Grafiknya jelas menggambarkan kekhawatiran investor.
Kini, semua mata tertuju pada proses verifikasi pemerintah dan bagaimana Toba Pulp Lestari akan merespons tekanan ini. Tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen