Operasional Toba Pulp Lestari Dihentikan, Perdagangan Sahamnya Turut Disetop BEI

- Kamis, 18 Desember 2025 | 05:25 WIB
Operasional Toba Pulp Lestari Dihentikan, Perdagangan Sahamnya Turut Disetop BEI

Perdagangan saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia. Langkah ini diambil menyusul keputusan pemerintah yang menghentikan operasional perusahaan, terkait dengan bencana yang melanda Sumatera. Situasinya memang sedang tidak menentu.

Menurut Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, penghentian perdagangan ini berkaitan langsung dengan ketidakpastian yang menyelimuti masa depan usaha Toba Pulp. Intinya, ada kekhawatiran soal kelangsungan bisnis mereka ke depan.

"Maka, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek INRU di seluruh pasar terhitung sejak Sesi II perdagangan efek pada Rabu, 17 Desember 2025,"

jelas Lidia dalam pengumuman resmi yang dirilis Rabu siang tadi. BEI pun mengingatkan semua pihak untuk mencermati setiap informasi yang nantinya dikeluarkan oleh emiten.

Sebelumnya, perusahaan sudah memberikan sinyal soal masalah ini. Anwar Lawden, Direktur & Corporate Secretary Toba Pulp Lestari, membeberkan bahwa pemerintah sedang melakukan penangguhan sementara akses pengelolaan hasil hutan. Kebijakan ini bagian dari proses evaluasi dan verifikasi yang sedang berjalan.

"Kebijakan tersebut mencakup penghentian sementara kegiatan penebangan dan pengangkutan kayu hasil hutan yang wajib dipenuhi oleh perseroan,"

kata Anwar. Dia berusaha menenangkan dengan menegaskan bahwa izin operasional perusahaan sebenarnya masih tetap berlaku. Hanya saja, dampaknya jelas terasa: produksi mandek, pendapatan pun berpotensi tertunda. Tidak ada yang tahu kapan akses itu akan dibuka kembali. Sekarang, perusahaan hanya bisa pasrah menunggu proses verifikasi dari pemerintah.

Di pasar, sentimen negatif sudah lebih dulu terlihat. Saham INRU melemah tipis 0,8 persen ke level Rp590 di penutupan sesi I. Jika dilihat lebih jauh, dalam tiga bulan terakhir, saham perusahaan produsen kayu ini sudah terpangkas cukup dalam, sekitar 26 persen. Grafiknya jelas menggambarkan kekhawatiran investor.

Kini, semua mata tertuju pada proses verifikasi pemerintah dan bagaimana Toba Pulp Lestari akan merespons tekanan ini. Tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar