Harapannya sederhana: pasokan ke depan bisa lebih lancar, apalagi mendekati momen Natal dan Tahun Baru. “Jangan masyarakat susah. Maunya dapat satu-satu, dapat semua. Kalau bisa jangan sendat-sendat, karena kasihan juga rakyat di bawah,” tambah Ani. Ia berharap operasi serupa diadakan lagi agar semua warga kebagian dan merasa adil. “Senang sama-sama senang,” pungkasnya.
Di sisi lain, langkah Pertamina ini bukan tanpa alasan. Mereka bergerak cepat setelah mendapat laporan dari pemerintah daerah tentang lonjakan harga yang cukup signifikan pascabencana.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, yang hadir di lokasi, menjelaskan kolaborasi ini bertujuan memastikan pasokan energi bagi masyarakat terdampak.
“Operasi hari ini kita lakukan bersama kawan-kawan Pertamina untuk mereduksi persoalan-persoalan tersebut. Kita pastikan harga di sini tetap sesuai dengan ketentuan,” jelas Afdhal.
Lebih dari sekadar menstabilkan harga, operasi pasar ini juga punya tujuan jangka panjang. Menurutnya, ini adalah upaya konkret untuk meringankan beban warga yang masih berjuang pascagempa, sekaligus menjaga daya beli.
“Biar lebih terjangkau dan ini bisa menekan inflasi-inflasi yang ada di kota Bandar Aceh,” tutupnya.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi