Ledakan di tengah malam itu mengubah segalanya. Menurut laporan The New York Times yang mengutip seorang pejabat Venezuela, serangan udara Amerika Serikat menewaskan sedikitnya 40 orang. Korban berjatuhan, baik dari kalangan sipil maupun militer.
Di kawasan La Mar Catia, wilayah pesisir di barat Bandara Caracas, sebuah bangunan hunian tiga lantai menjadi sasaran. Reruntuhannya menyisakan duka yang dalam.
Rosa Gonzalez, 80 tahun, menjadi salah satu nama dalam daftar korban. Ia tewas bersama anggota keluarganya. Serangan itu juga mencederai setidaknya satu orang, sementara yang lain kehilangan segala-galanya.
Wilman Gonzalez, keponakan Rosa yang selamat, kini tak punya tempat untuk pulang. Rumahnya rata dengan tanah.
Saat ditanya apa rencana selanjutnya, ia hanya terdiam sejenak. "Saya tidak tahu," ujarnya, terdengar hampa. Kata-kata itu seolah menggambarkan kebingungan yang meluas.
Menurut sejumlah saksi, kepanikan langsung melanda. Jorge, tetangga berusia 70 tahun, merasakan hal yang sama. "Saya kehilangan segalanya," katanya, pilu. Harta bendanya lenyap seketika.
Suasana Mencekam di Caracas
Kala serangan diluncurkan, kebingungan menyelimuti Caracas. Warga berhamburan keluar, berkerumun di jendela dan teras rumah mereka. Listrik di beberapa area pun padam, menambah suasana mencekam.
Artikel Terkait
Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Debt Collector di Metro Diamankan, Diduga Gelapkan Mobil Debitur Rp285 Juta
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin