Kunjungan kerja ke Yogyakatra Selasa lalu membawa kabar menarik. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyoroti sebuah terobosan. Ternyata, DIY sudah memulai langkah nyata untuk menyokong Program Makan Bergizi Gratis dengan bahan baku lokal. Caranya? Melalui pemanfaatan Tanah Kalurahan dalam program yang mereka sebut Lumbung Mataraman.
“Nanti saya akan sosialisasi,” ujar Nanik usai bertemu Gubernur DIY. Ia tampak antusias.
“Saya akan sampaikan bahwa DIY ini sudah mempelopori, di mana desa inilah yang disiapkan.”
Menurutnya, model semacam ini punya potensi besar untuk ditiru daerah lain. Ide dasarnya sederhana: memanfaatkan tanah idle atau bengkok di desa untuk ditanami. Hasilnya bisa menjadi pasokan stabil untuk program makan gratis sekaligus memberi lapangan kerja.
“Tanah di desa pasti ada yang idle kan, nah itu mungkin malah bengkok kalau perlu seperti itu. Bisa ditanami dan yang menanam adalah masyarakat yang tidak punya sawah,” sambungnya menjelaskan.
Di sisi lain, langkah ini juga dianggap sebagai jawaban. BGN sempat khawatir soal inflasi dan kelangkaan bahan baku ketika dapur MBG beroperasi penuh nantinya. Saat ini di Jogja baru separuhnya yang jalan.
“Kalau sudah sekitar 320 dapur, khawatirnya terjadi inflasi dan kekurangan bahan baku. Alhamdulillah, luar biasa ternyata Ngarsa Dalem sudah menyiapkan program Lumbung Mataraman,” tutur Nanik.
Artikel Terkait
Mediasi Sukses Redakan Ketegangan Sengketa Masjid di Barru
Waktu Tepat Mulai Qadha Puasa Ramadan 1447 H Usai Idulfitri
PSSI Umumkan Susunan Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman Jadi Pelatih Kepala
Pantai Kuri Caddi di Maros: Pesona Tersembunyi yang Masih Asri dan Sunyi