Namun begitu, jalan menuju target itu tak sepenuhnya mulus. Ferry tak menampik masih ada segudang kendala di lapangan. Kementeriannya mencatat, misalnya, desa-desa yang belum terjangkau internet. Atau masalah pasokan listrik yang belum stabil. Bahkan, desa-desa di pesisir kerap kesulitan mendapatkan solar untuk operasional.
"Jadi, tugas Menteri Koperasi ini harus bertambah karena harus mengurusi banyak hal juga," tuturnya dengan nada setengah bergurau, meski terasa beban di baliknya.
Meski tantangannya kompleks, Ferry tetap optimis. Ia berharap semua tugas berat ini bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi, menurutnya, ada dukungan kuat dari Presiden untuk sektor koperasi. Ini dianggapnya sebagai momentum besar.
"Ini merupakan kesempatan besar. Insyaallah Presiden mempunyai semangat untuk memperbesar koperasi," sebut Ferry menutup penjelasannya.
Cita-citanya jelas: mewujudkan penguatan koperasi nasional, dimulai dari desa.
Artikel Terkait
Pasar Modal Indonesia di Ujung Tanduk: Ketika Kepercayaan Lebih Berharga daripada Rekor Indeks
Dari Konter Ponsel ke Rantai Bisnis: Kisah Abdurrohim Membangun 7 Titik Usaha Berawal dari BRILink
Rosan Roeslani Tegaskan Independensi Danantara Meski Bakal Masuk ke Kepemilikan BEI
Danantara Buka Pintu untuk Dana Negara Lain Masuk ke BEI