Penyebab Rekening Menyusut
Lalu, apa yang terjadi dengan data rekening di LPS? Menurut Dimas Yuliharto, Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, fenomena rekening dormant punya peran besar. Isu yang sempat mencuat beberapa waktu belakangan ini mendorong banyak bank, terutama yang besar, untuk bertindak.
Mereka mulai menertibkan rekening-rekening yang tak aktif, menutupnya secara otomatis lewat sistem.
“Untuk yang data memang kalau dilihat dari data di website LPS ya menjadi penurunan dari 662,08 juta rekening menjadi 657,19 juta rekening (per September),” jelas Dimas di Bandung.
“Ini terjadi kebijakan rekening dormant ya, waktu itu mencuat rekening dormant sehingga bank-bank itu mencoba untuk membuat kebijakan bagaimana rekening dormant ini close by system,” imbuhnya.
Kebijakan setiap bank ternyata berbeda-beda. Masa tenggang untuk menyatakan sebuah rekening dormant tidak seragam.
“Ada yang 180 hari dan sebagainya ini salah satunya,” katanya singkat.
Jadi, gelombang penertiban ini bisa dibilang sebagai respons. Bank-bank melakukan evaluasi internal, berusaha memperbaiki kualitas data mereka. Tujuannya jelas: meminimalkan risiko penyalahgunaan rekening yang sudah lama menganggur dan tidak terpakai.
Artikel Terkait
Longsor di Grasberg Guncang Produksi Freeport, Pemulihan Baru Terasa 2026
Gen Z Pilih Kepuasan Kerja, Gaji Tinggi Bukan Lagi Prioritas Utama
UKM Bisa Kuasai Tambang, Ini Syarat Jalur Prioritasnya
Agrinas Palma Cetak Laba Rp 1,6 Triliun di Tahun Pertama