Nilai yang masih diproses bank bahkan mencapai Rp 1,82 triliun. Menariknya, data Kemenko Perekonomian menyebut 53 persen realisasi KUR sektor properti berasal dari anggota REI.
“Untuk FLPP, serapan kami sampai akhir bulan lalu hampir 42 persen. Insyaallah angka nasional kita bisa capai 46 persen,” papar Joko.
Menteri Ara: “Saya Tidak Anti Kritik”
Sementara itu, Menteri Maruarar Sirait justru membuka lebar pintu evaluasi. Dalam kesempatan yang sama, Ara meminta para pengembang untuk secara terbuka menilai kinerja kementeriannya.
“Tolong dievaluasi secara tuntas apa yang perlu dikerjakan,” pintanya.
Dia berargumen, REI adalah bagian dari rakyat yang berhak menilai kinerjanya. “Saya Menteri ini dievaluasi oleh rakyat. REI itu rakyat,” sambungnya.
Pengalaman panjangnya berorganisasi, klaim Ara, membuatnya terbiasa dikritik. Itu sebabnya dia ingin mendengar langsung keluhan dan catatan dari pelaku usaha. Baginya, pemerintah harus punya telinga yang terbuka.
“Kami tidak anti kritik. Pemerintah harus mendengarkan masukan,” tegas Ara.
Meski berjanji mendukung pengembangan perumahan, Ara mengingatkan bahwa pemerintah juga punya prioritas lain. Program ketahanan pangan dari Presiden Prabowo, misalnya, tak boleh diabaikan.
“Kita pasti mendukung perumahan. Tapi ketahanan pangan juga harus diutamakan. Bagaimana caranya agar semuanya bisa berjalan baik,” tutupnya.
Artikel Terkait
Stok Beras Aceh Melimpah, BULOG Pastikan Ramadan dan Lebaran Aman
68 Desa di Aceh Masih Gelap, Tim PLN Terobos Medan Terisolir Pascabencana
Libur Panjang Januari Tak Berdampak Signifikan pada Hunian Hotel
Purbaya Tegaskan Dana Transfer ke Daerah untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Dipotong