Namun begitu, ada kabar baik dari sektor pangan. Beberapa komoditas justru turun harganya dan berperan menahan laju inflasi. Daging ayam ras, beras, dan cabai merah misalnya, mencatat deflasi. Penurunan harga juga terlihat pada telur ayam dan kentang, meski pengaruhnya tak terlalu besar.
Kalau dirinci berdasarkan komponen, inflasi inti masih jadi penyumbang utama. Komponen harga yang diatur pemerintah juga naik, terutama tarif angkutan udara yang ikut terdongkrak.
Dari sisi wilayah, gambaran bulan November cukup beragam. Sebanyak 28 provinsi mengalami inflasi, sementara 10 provinsi lainnya justru mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Papua, yaitu 1,69 persen. Di sisi lain, Aceh mengalami deflasi terdalam sebesar 0,67 persen.
Yang menarik, harga beras terus menunjukkan tren penurunan. BPS mencatat, rata-rata harga beras turun di setiap rantai pasokan. Di tingkat penggilingan turun 0,88 persen, di grosir turun 0,93 persen, dan di eceran turun 0,59 persen. Ini sudah bulan ketiga berturut-turut harganya bergerak turun, sebuah pola yang cukup konsisten.
Artikel Terkait
Pemerintah Kejar Target Bersih-Bersih Lumpur Sebelum Ramadan Tiba
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim