Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, angkat bicara soal dampak penutupan Selat Hormuz. Konflik antara AS, Israel, dan Iran itu memang bikin was-was, tapi menurut politisi dari Komisi XII DPR ini, Indonesia sebenarnya punya banyak cadangan.
“Saat ini Indonesia mengambil hanya sekitar 20% dari kebutuhan migasnya dari Timur Tengah,” jelas Eddy saat dihubungi Kamis lalu.
“Sisanya diambil dari Nigeria, Angola, Brazil, bahkan Australia,” tambahnya.
Jadi, ketergantungan kita pada kawasan itu ternyata tak terlalu besar. Di sisi lain, situasi ini justru memaksa kita untuk melihat sumber lain yang sudah tersedia. Nah, salah satu opsi yang sedang digarap adalah impor dari Amerika Serikat. Dengan adanya penutupan selat itu, langkah ini jadi semakin masuk akal.
“Sekarang Indonesia akan mengambil dari Amerika untuk menutupi kekurangan yang mungkin kita akan dapatkan karena penutupan Selat Hormuz,” ucap Eddy Soeparno.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan AS bukan hal baru. Malah, menurutnya, ini langkah yang wajar dan tepat.
“Jadi saya kira opsi untuk membuka apa, pengambilan atau impor BBM dari Amerika Serikat tentu merupakan suatu opsi yang sangat lazim, yang sangat patut dilakukan, apalagi kita telah menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Amerika Serikat,” paparnya.
Intinya, kekhawatiran berlebihan tampaknya tak perlu. Meski gejolak di Timur Tengah memanas, pasokan energi dalam negeri masih bisa dicari dari berbagai pintu. Pilihan ada di tangan kita, dan sejauh ini, jalannya masih terbuka.
Artikel Terkait
AS Tolak Beri Visa 15 Anggota Delegasi Iran Jelang Piala Dunia 2026, Teheran Tuding Diskriminasi
Pramono Anung Buka Peluang Gratiskan Tiket Ancol, Ragunan, dan Museum saat HUT ke-499 Jakarta
Fernando Emas: Teddy Indra Wijaya Layak Dipercaya Prabowo, Buktikan Kapasitas Lewat Kerja Nyata
Polsek Rangsang Tanam Mangrove di Pantai Gelombang Cinta, Wujud Green Policing Jaga Ekosistem Pesisir