Ledakan keras mengguncang Tel Aviv. Dua kali, bunyinya bergema di seluruh kota. Ini adalah serangan rudal terbaru dari Iran, yang menurut stasiun televisi pemerintahnya, ditembakkan "ke sasaran di jantung" kota itu.
Malam sebelumnya, langit di Netanya, kota pesisir di utara Tel Aviv, sudah diterangi jejak roket. Tapi serangan kali ini terasa lebih dekat, lebih keras. Wartawan di tempat melaporkan, ledakannya terjadi hampir bersamaan.
Akibatnya? Kerusakan terlihat di beberapa titik. Di sebuah pinggiran kota, sebuah bangunan terkena proyektil langsung, memaksa penghuninya mengungsi dengan cepat. Sementara itu, di kawasan lain yang dekat dengan pusat ekonomi, petugas pemadam berjibaku memadamkan api. Api itu berasal dari puing-puing rudal yang berhasil ditembak jatuh.
Untungnya, menurut layanan darurat Magen David Adom, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Polisi Israel juga mengonfirmasi hal serupa. Mereka sedang menangani beberapa lokasi kejadian dan mengakui adanya "kerusakan", tapi sejauh ini tidak ada warga yang terluka.
Serangan ini bukan datang tiba-tiba. Latar belakangnya adalah eskalasi yang makin panas. Israel baru-baru ini memperluas kampanyenya melawan Hizbullah, kelompok militan yang didukung Teheran. Israel bersumpah akan membalas dendam setelah kelompok itu ikut terlibat dalam konflik menyusul pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menanggapi ancaman dari utara, Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel pun tak tinggal diam. Pagi ini, mereka mengeluarkan beberapa peringatan serangan roket untuk komunitas-komunitas yang berada tak jauh dari perbatasan Lebanon. Situasinya masih tegang, dan kota seperti Tel Aviv harus menahan napas menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Persib Keok di Banten, Puncak Klasemen Terancam Borneo FC
Penembakan di Situs Teotihuacan Tewaskan Turis Kanada, Pelaku Bunuh Diri
PKB Jakarta Barat Gencar Turun ke Lapangan dan Sasar Pemilih Muda
Gubernur Banten Ambil Alih Perbaikan Jalan Desa yang Rusak Puluhan Tahun di Pandeglang