ujarnya menambahkan.
Nah, di sisi lain, penumpang reguler Commuter Line Merak ternyata juga tetap padat. Angkanya sampai sore itu mencapai 8.405 orang. Kehadiran layanan khusus ini, bagi Karina, adalah bentuk dukungan nyata untuk mobilitas para petani dan pedagang yang sehari-hari beraktivitas di sepanjang jalur Commuter Line.
Lalu, gimana caranya kalau mau naik? Calon penumpang harus registrasi dulu di loket stasiun. Bawa identitas asli untuk dapat Kartu Petani dan Pedagang. Dengan kartu itu, pemesanan tiket bisa dilakukan mulai tujuh hari sebelum keberangkatan. Mereka juga boleh masuk ruang tunggu lebih awal, tepatnya dua jam sebelum kereta berangkat.
Tapi, ada juga batasannya. Soal barang bawaan, misalnya.
"Setiap penumpang hanya diperkenankan membawa barang maksimal sebanyak dua koli atau dua tentengan dengan dimensi masing-masing tidak melebihi 100 cm x 40 cm x 30 cm. Untuk barang bawaan yang berbau menyengat, hewan ternak, dan barang yang mudah terbakar serta senjata tajam/api, dilarang dibawa di kereta petani dan pedagang ini,"
pungkas Karina tegas. Aturan itu dibuat tentu saja demi kenyamanan bersama selama perjalanan.
Artikel Terkait
Perusahaan Singapura Incar Saham Pengendali Produsen Sprei Soraya
PLTM Tomoni Siap Pacu Pendapatan ARKO Rp140 Miliar pada 2026
Industri Guncang, Pasokan Gas Murah Tersendat di Jantung Produksi
Menteri Keuangan: IHSG Tembus Rekor, Rupiah Akan Menyusul