Harga saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) melesat tajam pada perdagangan Senin (19/1/2026). Di sesi pertama, saham emiten plastik kemasan ini ditutup menguat 30,71 persen ke level Rp166 per lembar saham, menjadikannya salah satu top gainer di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan yang cukup fantastis ini tentu menarik perhatian banyak investor.
Lalu, sebenarnya perusahaan apa sih ASPR ini? Intinya, mereka bergerak di industri manufaktur plastik untuk kemasan. Didirikan sejak 1991, perusahaan ini punya spesialisasi dalam dua proses utama: injection molding dan stretch blow molding. Jadi, jangan bayangkan produknya cuma kantong kresek biasa.
Produk mereka justru beragam dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari kemasan untuk minyak goreng, galon air, wadah makanan, botol kimia, sampai tutup botol. Bahkan, sejumlah brand ternama seperti Nippon Paint, Wong Coco, Faber-Castell, dan Greenfields pun mempercayakan kebutuhan kemasannya pada ASPR.
Nah, soal keamanan, ASPR sudah dilengkapi sertifikasi ketat. Mereka memegang ISO 22000 dan HACCP untuk manajemen keamanan pangan. Artinya, produk kemasan mereka yang bersentuhan dengan makanan dijamin aman.
Pabriknya sendiri tersebar di Surabaya dan Pasuruan, Jawa Timur, dengan total area mencapai 64.600 meter persegi. Selain produksi, mereka juga punya program pelatihan pengemasan untuk UMKM. Cukup komprehensif.
Pertanyaan besarnya: siapa yang mengendalikan perusahaan ini? Mengutip data kepemilikan per 31 Desember 2025, pengendali utamanya adalah Alex Yoe.
Alex Yoe memegang sekitar 1,29 miliar saham, atau setara 47,64% dari total saham beredar.
Pemegang saham mayoritas lainnya adalah Susan Yoewono, dengan kepemilikan sekitar 20,32%. Sementara itu, publik memegang sisa sahamnya, yakni sekitar 29,94%.
Dan sebagai penerima manfaat akhir, atau pemilik sebenarnya, adalah Alex Yoe yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan.
ASPR sendiri baru saja melantai di bursa pada tahun 2025. Mereka melakukan penawaran perdana (IPO) dengan melepas 812 juta saham di harga Rp124 per saham. Hasilnya? Dana segar sebesar Rp100,68 miliar berhasil dihimpun.
Kini, kinerjanya di pasar cukup moncer. Pada sesi kedua di hari yang sama, saham ASPR masih bertengger di kisaran Rp166-Rp167. Yang lebih mencengangkan, dalam sebulan terakhir, saham ini telah naik lebih dari 67%. Padahal di awal Januari 2026, harganya masih di bawah Rp100. Sebuah lonjakan yang patut dicermati.
Artikel Terkait
BELL Setujui Dividen Rp10 Miliar di Tengah Tekanan Industri Tekstil
TRIS Cetak Laba Rp110 Miliar di 2025, Bagikan Dividen Rp31 Miliar
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Prapenjualan Kota Deltamas Kuartal I 2026 Tembus Rp561,4 Miliar, Ditopang Lahan Industri dan Data Center