Sabtu sore itu, aksi penggerebekan yang dilakukan personel Polsek Medan Tembung berubah ricuh. Lokasinya di sebuah barak narkoba yang nyaris menempel dengan rel kereta api, tepatnya di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Bukan cuma barang haram yang ditemukan, petugas malah mendapat perlawanan fisik.
Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, operasi itu berhasil mengamankan para pelaku beserta barang bukti. Tapi situasinya sama sekali tidak mulus.
"Personel Polsek Tembung berhasil mengamankan pelaku narkoba, di tempat ini barak narkoba, kartel narkoba, loket-loket narkoba. Namun, dilakukan pelemparan dan perlawanan kepada petugas,"
Begitu penuturan Calvijn, Minggu (18/1). Karena insiden itu, malam harinya polisi kembali mendatangi lokasi. Kali ini, mereka memusnahkan barak-barak yang berdiri di pinggir rel tersebut.
Hasilnya, empat orang yang diduga melakukan pelemparan dan perlawanan berhasil diamankan. Tak cuma itu, ada delapan orang lagi yang turut diamankan bersama barang bukti narkoba. Yang cukup mengkhawatirkan, polisi juga menyita sebuah senapan angin.
"Ada juga senapan angin di salah satu tempat, itu yang digunakan untuk menembak petugas pada saat mengamankan,"
Calvijn, yang merupakan mantan Dirresnarkoba Polda Sumut, menyebut serangan itu ternyata direncanakan. Kabar baiknya, tak ada anggota kepolisian yang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Dia merasa gerah dengan pola perlawanan yang terorganisir ini. Menurut informasi yang didapat, para pelaku memang punya kesepakatan untuk menyerang petugas yang datang.
"Kami mendapatkan informasi bahwa kesepakatan mereka, apabila ada petugas yang datang ke sini, dengan kompak mereka mewajibkan untuk menyerang petugas. Ini nggak boleh terjadi lagi,"
Dia menegaskan sikap tegas terhadap siapa pun yang menghalangi tugas polisi, apalagi sampai merampas barang bukti atau memaksa pelepasan tersangka.
Artikel Terkait
Banjir 1,75 Meter Rendam Permukiman Padat di Kebon Pala
HNW: Pancasila Kunci Ketahanan Indonesia Hadapi Gejolak Global
Kejaksaan Agung dan Kementerian Desa Luncurkan Jaga Desa untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis
Bendung Jamuan di Aceh Utara Rusak, 1.600 Hektar Sawah Terdampak