Banjir 1,75 Meter Rendam Permukiman Padat di Kebon Pala

- Senin, 20 April 2026 | 10:50 WIB
Banjir 1,75 Meter Rendam Permukiman Padat di Kebon Pala

Permukiman padat di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, kembali terendam. Air meluap dengan cepat, dan ketinggiannya disebut-sebut sudah mencapai satu koma tujuh puluh lima meter. Situasi ini membuat warga kembali waspada.

Ketua RT setempat, Sanusi, memberikan konfirmasi. Ia menyebut banjir mulai merangkak naik sejak dini hari.

"Pukul sembilan lewat empat puluh tiga menit tadi, air sudah sekitar 175 sentimeter. Naik terus sejak jam tiga pagi," ujarnya.

Menurut Sanusi, ini bukan sekadar akibat hujan deras di lokasi. Ada faktor kiriman dari hulu yang memperparah keadaan.

"Selain hujan, juga ada kiriman air dari Katulampa dan Depok," jelasnya.

Kondisi itu membuat wilayah tersebut ditetapkan dalam status siaga dua. Meski air sudah setinggi orang dewasa, jumlah warga yang memutuskan mengungsi ternyata belum banyak. Sampai saat ini, tercatat sekitar lima kepala keluarga yang pindah ke tempat yang lebih aman.

"Mereka mengungsi ke rumah saudaranya, secara mandiri," kata Sanusi.

Di sisi lain, aparat kepolisian dan petugas setempat sudah bergerak. Mereka terlihat membantu mengevakuasi warga yang masih bertahan, sekaligus menyelamatkan barang-barang berharga dari terjangan air. Bagi yang memilih tinggal, imbauannya jelas: tetap waspada. Curah hujan masih berpotensi terjadi, dan debit air bisa naik lagi sewaktu-waktu.

Memang, dalam beberapa hari terakhir hujan seolah tak ada habisnya. Turun hampir setiap hari, terutama sore hingga malam. Pola ini membuat genangan lama tak kunjung surut sempurna, lalu bertambah lagi saat hujan berikutnya datang. Banjir pun berulang.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta sebenarnya sudah mengeluarkan peringatan. Mereka menyebut ada potensi banjir rob di pesisir utara Jakarta pada pertengahan April ini, dipicu fenomena bulan baru dan perigee yang mendongkrak pasang air laut. Sebagai antisipasi, layanan darurat 112 pun disiagakan penuh untuk menerima laporan warga.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar