Suasana malam Minggu di Pondok Bambu, Jakarta Timur, terasa berbeda. Di kediaman orang tua Yoga Nauval, puluhan orang berkumpul. Mereka menggelar doa bersama, berharap mukjizat menyertai Yoga, operator foto udara yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros.
Harapan itu menguat di antara untaian doa. Keluarga dan kerabatnya masih menggenggam erat kemungkinan Yoga pulang dengan selamat. Acara yang digelar malam itu dipimpin seorang ustaz dari masjid setempat.
“Kita semua tahu, beliau jadi salah satu korban pesawat ATR di Maros. Sampai saat ini, kami belum juga tahu keberadaannya,” ujar Yuda, paman Yoga, suaranya terdengar lirih di tengah kerumunan.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal