Menag Terbang ke Kairo, Godok Rencana Cabangkan Al-Azhar di Indonesia

- Senin, 19 Januari 2026 | 00:00 WIB
Menag Terbang ke Kairo, Godok Rencana Cabangkan Al-Azhar di Indonesia

Menteri Agama Nasaruddin Umar baru saja terbang ke Kairo. Tujuannya jelas: menjalankan tugas langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satu agenda utamanya adalah membahas rencana yang cukup ambisius, yaitu membuka cabang Universitas Al-Azhar di tanah air.

Sebelum pesawatnya lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Minggu lalu, Nasaruddin sempat berbagi penjelasan.

"Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, kerja sama semacam ini pernah dibicarakan dalam sejumlah pertemuan bilateral dengan negara-negara Muslim lain. Gagasan membuka kampus cabang di sini bukan tanpa alasan. Nasaruddin melihat ini sebagai solusi yang cukup cerdas. Selama ini, mahasiswa dari Asia Tenggara yang ingin menimba ilmu di Al-Azhar harus rela merantau jauh ke Mesir, menghadapi segala macam tantangan, mulai dari biaya hingga adaptasi budaya.

"Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia," tegasnya.

Dengan begitu, anak-anak muda dari kawasan Asia Tenggara tak perlu lagi terbang sejauh itu. Cukup ke Indonesia. Sementara untuk tenaga pengajar dan kurikulumnya, akan didatangkan langsung dari Mesir.

Di sisi lain, langkah ini juga disebut bisa meringankan beban Al-Azhar sendiri. Situasi di Mesir saat ini memang tidak mudah. Nasaruddin menyoroti bagaimana negara itu sedang 'overloaded'. Beban ekonominya berat, ditambah lagi dengan menanggung arus pengungsi yang besar dan lonjakan jumlah mahasiswa internasional.


Halaman:

Komentar