Kasus Rahim Copot dr Gia: Fakta Medis, Kronologi, dan Bukti Ahli yang Terungkap

- Senin, 17 November 2025 | 10:50 WIB
Kasus Rahim Copot dr Gia: Fakta Medis, Kronologi, dan Bukti Ahli yang Terungkap

Kasus Rahim Copot dr Gia: Fakta Medis dan Kesaksian Dokter Ahli

Viralnya cerita kasus rahim copot yang diungkap dr Gia melalui kanal YouTube Raditya Dika telah memicu perdebatan di kalangan medis. Banyak pihak awalnya meragukan kejadian langka ini, namun bukti konkret akhirnya terungkap.

Kronologi Kejadian Rahim Copot di IGD RSUD dr Slamet Garut

Menurut penuturan dr Gia, kejadian ini terjadi saat ia bertugas di IGD rumah sakit daerah. Seorang pasien pria datang pada malam hari membawa kantong plastik hitam berisi organ rahim yang telah terlepas dari tubuh pemiliknya.

Pasien pemilik rahim yang copot tersebut adalah seorang ibu yang baru saja melahirkan dengan bantuan dukun beranak. Kondisi ibu tersebut sangat kritis dengan tekanan darah hanya 70/0 dan wajah yang pucat akibat kehilangan banyak darah.

Penyebab Terlepasnya Rahim Pasca Persalinan

Menurut penjelasan medis dr Gia, insiden ini terjadi karena kesalahan penanganan persalinan. Setelah bayi lahir dengan selamat, plasenta yang masih menempel pada rahim seharusnya dilepaskan secara alami dalam 15 menit berikutnya.

Namun, dukun beranak yang menangani tidak sabar dan menarik tali pusat terlalu keras. Tindakan inilah yang menyebabkan rahim ikut tertarik dan terlepas sepenuhnya dari tubuh pasien.

Bukti Medis dan Dukungan Sesama Dokter

Meski awalnya diragukan banyak dokter, kebenaran cerita ini dibuktikan oleh dr Christofani E SpOG, dokter kandungan yang ikut menangani kasus tersebut. Dokter Christofani membagikan foto dokumentasi kejadian yang telah diunggahnya 15 tahun lalu di media sosial.

Dokter spesialis kandungan ini menyatakan bahwa kasus rahim copot tersebut merupakan kejadian medis yang sangat langka dan tidak biasa dalam dunia kedokteran.

Dukungan dari dr Tirta dan Kritik terhadap Senior

Dokter Tirta turut angkat bicara mendukung dr Gia yang mengalami perundungan dari rekan sejawat. Menurutnya, beberapa dokter senior cenderung reaktif dan tidak kritis dalam menyikapi cerita medis yang viral di masyarakat.

Kasus rahim copot ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya verifikasi fakta sebelum memberikan penilaian terhadap suatu kejadian medis yang tidak biasa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar