Sutoyo Abadi: Rezim Lumpuh, Pemindahan Ibu Kota Bisa Bubarkan NKRI
Kritik pedas dilayangkan Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi. Menurutnya, rezim saat ini lumpuh total. Ia menyebut kekuasaan dikuasai oleh persekongkolan kapitalis, para taipan, hingga korporatokrasi yang dinilainya merusak lingkungan dan tatanan sosial. Tak cuma itu, Sutoyo juga menyebut adanya pengaruh oligarki, "gorilla betina merah", dan neo-kolonialisme. Semuanya, katanya, bersekongkol untuk berkuasa secara absolut dan menghancurkan bangsa.
Akibatnya, peran dan fungsi hampir semua lembaga negara luluh lantak. Semua terpusat dalam satu genggaman kekuasaan oligarki.
"Saudagar atau taipan dari etnis Cina, saat ini sudah bisa mengendalikan Nusantara," tegas Sutoyo dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada 19 Januari 2026.
"Mereka menguasai Indonesia secara teknis dan strategis. Kepentingan publik di semua lini, dari hulu ke hilir, ada di bawah kendali mereka," imbuhnya.
Namun begitu, mereka dianggap belum puas. Di era Indonesia Emas rezim Jokowi dulu, mereka bergerak cepat untuk menguasai Jakarta dan sekitarnya. Skenario ini, bagi Sutoyo, punya kaitan erat dengan proyek reklamasi Pantai Indah Kapuk.
PIK 1 ada di Jakarta Utara, dengan pulau-pulau reklamasi seperti Golf Island dan Ebony Island. Sementara PIK 2 letaknya tak jauh, tepatnya di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Dua lokasi, dua kota berbeda.
Sutoyo menilai, para taipan oligarki itu sudah benar-benar menancapkan pengaruhnya. Mereka dianggap berhasil "memainkan boneka"-nya. Buktinya? Presiden Joko Widodo menandatangani pengesahan UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) pada 25 April 2024 lalu.
Ia lalu merinci poin-poin krusial dalam UU tersebut. Meski UU DKJ sudah disahkan, status Jakarta sebagai ibu kota tetap berlaku sampai ada Keppres pemindahan ibu kota. Aturan ini ada di Pasal 63.
Artikel Terkait
Fisika Cinta: Kisah Kikuk Mahasiswa Jenius Mengejar Hati Gadis Akuntansi
Zikir dan Istighfar: Kunci Hati yang Lembut di Tengah Gempuran Dunia
Eggy Sudjana dan JKW: Sebuah Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Guru vs Murid di Jambi Berujung Pengeroyokan dan Laporan Polisi