Setelah dua hari berdiskusi di Jakarta, Gerakan Rakyat akhirnya memutuskan untuk mengubah jalan perjuangannya. Ormas yang digawangi sejumlah tokoh ini resmi bertransformasi menjadi partai politik. Keputusan bersejarah itu diambil dalam Rakernas I mereka, 17-18 Januari 2026.
Kabarnya langsung beredar luas lewat unggahan di Instagram resmi mereka, Minggu sore itu. Sekjen Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan, yang memimpin sidang pleno, menjelaskan bahwa keputusan ini lahir dari musyawarah hingga mencapai titik mufakat.
Dalam sebuah video deklarasi, Ridwan menyampaikan landasan filosofis dari langkah besar ini.
“Perkumpulan Gerakan Rakyat percaya bahwa tujuan utama dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berkeadaban. Keyakinan tersebut diwujudkan dalam karakter panca darma, yaitu religius, nasionalis kerakyatan, ksatria, kasih sayang, serta integritas moral sebagai landasan perjuangan,” ucap Ridwan.
“Perkumpulan Gerakan Rakyat juga menyadari bahwa terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, dan sepenuhnya milik rakyat memerlukan perjuangan yang terorganisir dan berkelanjutan di ranah politik,” tambahnya.
Nah, setelah paparan panjang itu, barulah ia mengucapkan kalimat yang ditunggu-tunggu: Gerakan Rakyat kini menjadi partai politik.
“Dengan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat,” tegasnya.
Sidang itu tak cuma sampai di situ. Mereka juga menetapkan pimpinan. Ketua Umum Gerakan Rakyat yang lama, Sahrin Hamid, dipercaya kembali memegang tampuk kepemimpinan untuk periode 2026-2030 di partai baru ini.
“Kedua, mengangkat dan mengesahkan Saudara Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Politik Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026-2030,” jelas Ridwan.
Tugas pertama Sahrin? Urus administrasi. Ia diberi mandat untuk menyelesaikan segala keperluan pendaftaran partai ke Kementerian Hukum dan HAM.
“Ketiga, mengamanatkan kepada Ketua Umum Terpilih Partai Gerakan Rakyat Saudara Sahrin Hamid untuk membentuk, melengkapi, dan menyempurnakan struktur organisasi Partai Politik Gerakan Rakyat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan visi, misi, prinsip, dan karakter Gerakan Rakyat,” tutur Ridwan menutup poin-poin keputusan.
“Berita Acara Pimpinan Sidang Muhammad Ridwan ditanda tangani,” pungkasnya, menegaskan proses formal telah usai.
Latar belakangnya menarik. Gerakan Rakyat sendiri sebenarnya baru didirikan setahun sebelumnya, tepatnya 28 Februari 2025. Deklarasi awalnya dulu sempat ramai karena dihadiri mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Dan Sahrin Hamid, yang kini jadi Ketum partai, dikenal publik sebagai orang dekat sekaligus pernah menjadi juru bicara Anies. Sebuah dinamika politik yang patut dicermati ke depannya.
Artikel Terkait
Sidak Menteri Pertanian ke Gudang Bulog Karawang, Akademisi Nilai Stok Beras Nasional Melimpah dan Transparan
Mentan Amran Sidak ke Gudang Bulog Karawang, Pastikan Stok Beras Capai 5 Juta Ton
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Tambah Tiga Poin Penting di Kandang
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Jauh dari Zona Degradasi