Di sisi lain, efisiensi juga digenjot dari hal teknis. Thomas Sugiarto Oentoro, Wakil Direktur Garuda, membeberkan soal penghematan bahan bakar avtur. Caranya sederhana tapi berdampak: saat pesawat taxi di landasan, hanya satu mesin yang dinyalakan.
Soal rencana pemotongan gaji direksi yang 10 persen itu, Thomas mengiyakan. Tapi, kapan persisnya diterapkan? Itu masih belum bisa dipastikan.
Glenny sendiri tampaknya serius ingin memberi contoh. Dia bahkan menolak pemberian tantiem atau bonus untuk direksi dan komisaris. Alasannya jelas: saat negara lagi mengetatkan APBN dan Garuda masih merugi, bagi-bagi bonus adalah langkah yang kurang tepat. “Apa kata masyarakat nanti?” ujarnya.
Untuk menjalankan semua program penghematan ini, sebuah kelompok kerja khusus atau Pokja sudah dibentuk. Langkah-langkahnya mungkin terasa keras bagi sebagian orang, tapi bagi manajemen, ini adalah konsekuensi logis dari niat memperbaiki kesehatan perusahaan.
Artikel Terkait
Pemerintah Kejar Target Bersih-Bersih Lumpur Sebelum Ramadan Tiba
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim