Bursa saham Indonesia kembali menunjukkan taringnya sore ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket hampir satu persen, tepatnya 0,94%, dan berhasil ditutup di level 8.602,13. Pencapaian ini memecahkan rekor sebelumnya yang bertengger di 8.570. Suasana di pasar terasa begitu optimis.
Di sisi lain, pergerakan saham-saham unggulan juga tak kalah menarik. Indeks LQ45 ikut merangkak naik 0,89% ke posisi 864,76. Meski begitu, pergerakan saham secara individu ternyata cukup beragam. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 293 tercatat menguat, sementara 365 lainnya justru melemah. Ada pula 149 saham yang harganya cenderung datar, stagnan tanpa perubahan berarti.
Gairah transaksi hari ini benar-benar terasa. Volume perdagangan mencapai 53 miliar saham yang berpindah tangan, dengan frekuensi transaksi mencatatkan 2,6 juta kali. Nilai keseluruhan transaksi pun mencapai angka fantastis: Rp 26,577 triliun.
Nah, ini dia para pemuncak kenaikan hari ini:
Jaya Agra Wattie melesat tinggi, naik 34,94 persen ke level 224.
Bank Oke Indonesia juga tak mau kalah, menguat 34,78 persen ke 248.
Terang Dunia Internusa menyusul dengan kenaikan solid 33,70 persen, berhenti di 123.
Sanurhasta Mitra menutup daftar dengan kenaikan 25 persen ke 300.
Sementara saham berjaya, nasib rupiah agak berbeda. Mengutip data Bloomberg, mata uang kita justru melemah tipis 7 poin (0,04%) terhadap dolar AS, berada di Rp 16,664. Sebuah kontras yang menarik.
Lalu, bagaimana dengan bursa regional?
Secara umum, sentimen di Asia cukup positif. Indeks Nikkei 225 di Jepang merajai dengan kenaikan impresif 1,85% ke 49,559. Singapura, lewat Indeks Straits Times, juga menguat 0,36% ke 4.501.
Hong Kong mengikuti tren, meski dengan kenaikan yang lebih kalem. Indeks Hang Seng naik 0,13% ke 25.928,08.
Tapi tidak semua hijau. Indeks SSE Composite di China justru berakhir di zona merah, turun 0,15% ke 3.864,17. Jadi, meski IHSG kita bersinar, kondisi regional tetap beragam.
Artikel Terkait
Likuiditas Nasional Tembus Rp10.415 Triliun pada Mei 2026, BI Catat Pertumbuhan M2 Melonjak 10,8 Persen
Dolar AS Menguat, Yen Tertekan Mendekati Level Terendah Empat Dekade
Pemilik Baru SONA Wajib Lakukan Tender Offer, Harga Beli Saham Ditetapkan Rp2.284 per Lembar
Bursa Asia Bervariasi, Nikkei dan Kospi Terkoreksi di Tengah Tekanan Saham Teknologi