Prabowo Puji Intelijen Australia yang Tahu Kesukaannya pada Bagpipe
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan apresiasinya kepada Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, atas sambutan hangat yang diterimanya. Sambutan tersebut termasuk penampilan musik bagpipe, yang secara khusus dipuji oleh Prabowo.
Pujian ini disampaikan Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral di atas Kapal HMAS Canberra, Sydney. Ia menyebut intelijen Australia sangat cermat karena mengetahui ketertarikannya pada alat musik tradisional tersebut.
"Sekali lagi, Perdana Menteri, terima kasih banyak telah menerima saya dengan begitu baik," ujar Prabowo. "Anda tahu, saya pikir intelijen Anda sangat bagus. Anda tahu saya suka bagpipe. Jadi saya diterima dengan bagpipe. Terima kasih banyak," tambahnya diselingi tawa.
Mengenal Alat Musik Bagpipe yang Disukai Prabowo
Bagpipe adalah alat musik tiup kayu yang menghasilkan suara unik melalui kantong udara. Suara khasnya muncul ketika pemain menekan kantong yang terhubung dengan pipa pelantun untuk melodi dan beberapa pipa drone untuk nada latar. Alat musik ini memang paling identik dengan budaya Skotlandia, namun memiliki variasi di berbagai negara.
Bukan kali ini saja bagpipe mengiringi momen penting bagi Prabowo. Sebelumnya, alat musik ini juga dimainkan dalam acara serah terima jabatan Menteri Pertahanan di Indonesia.
Latar Belakang Pertemuan Bilateral Indonesia-Australia
Pertemuan ini tidak hanya membahas sambutan budaya, tetapi juga menghasilkan terobosan penting. Kedua pemimpin mengumumkan kesepakatan substansial mengenai perjanjian keamanan bilateral baru yang akan memperkuat kerja sama kedua negara.
PM Albanese menyatakan akan melakukan kunjungan balik ke Indonesia pada Januari 2026 untuk menandatangani perjanjian tersebut secara resmi. Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan strategis dan keamanan antara Indonesia dan Australia.
Artikel Terkait
Pegawai BUMN dan ASN Digerebek Istri di Hotel Tuban Saat Ramadan
Polisi Selidiki Pencurian Motor Berani di Sore Bolong Jagakarsa
Indonesia dan AS Tandatangani Perjanjian Dagang Bilateral, Tarif 32% Ditekan Jadi 19%
Warga Teheran Bersiap Hadapi Eskalasi Konflik di Tengah Ultimatum AS-Iran