"Apa sih artinya kalau 250 ton? Itu hanya mengganggu secara politik. Janganlah serakahnomics diulang," tegas Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, ikut angkat bicara.
Dia menegaskan pelaku akan ditindak tegas.
"Kalau sudah sampai di sini ya masuk ke daerah kita ya nanti kebijaksanaan pemerintah bagaimana gitu. Yang penting tidak dijual di sini ya," tuturnya.
Sebelumnya, terungkap bahwa beras ilegal itu disimpan di gudang milik PT Multazam Sabang Group (MSG) di Sabang, Aceh. Yang membuatnya mencurigakan, izin impor dari Thailand ternyata sudah terbit lebih dulu, padahal rapat koordinasi di tingkat pusat belum menyetujui impor sama sekali.
Ada pihak yang berdalih harga beras Thailand dan Vietnam semakin murah. Tapi Amran menampik. Indonesia sengaja menekan impor karena cadangan nasional dianggap sudah cukup.
Saat ini, beras ilegal itu masih tersimpan di gudang PT MSG. Kepolisian turun tangan mendalami kasus ini, termasuk menelusuri keterlibatan perusahaan dan kemungkinan ada pola yang sama dengan kasus sebelumnya.
Artikel Terkait
Modal Asing Rp1,44 Triliun Serbu Pasar di Awal 2026
Ramadan 2026 Diprediksi Picu Gelombang Pinjol, OJK Waspadai Dominasi Kredit Konsumtif
Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana
Di Balik Kenaikan IHSG, Sepuluh Saham Ini Justru Terjun Bebas