Di sisi lain, ada cerita menarik yang datang dari Sumatera Utara. BEI mencatat provinsi ini sebagai lokomotif pertumbuhan investor syariah tercepat se-Indonesia. Pertumbuhannya fantastis, rata-rata menyentuh 30 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Menurut Jeffrey, pasar modal syariah Indonesia sudah lepas dari bayang-bayang perdebatan hukum. "Untuk pasar modal syariah, kita juga patut bersyukur, karena saat ini pasar modal syariah Indonesia sudah masuk pada fase pertumbuhan. Kita tidak lagi berputar dalam debat fikih halal-haram, di pasar modal Indonesia ada lebih dari 11 PUJK," jelasnya. Semua proses, mulai dari buka rekening, transaksi, sampai kliring, sudah punya landasan syariah yang jelas.
Secara keseluruhan, jumlah investor di Sumut memang sedang naik daun. Data OJK Provinsi Sumut sepanjang 2025 mencatat kenaikan 23,6 persen year-on-year, dengan jumlah investor sekitar 736 ribu. Aset investasinya pun tak main-main, menumpuk hingga Rp 21,7 triliun. Angka itu membuat Sumut menjadi yang terbesar di luar Pulau Jawa, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Artikel Terkait
MNC Asset Management dan SF Sekuritas Gelar IG Live Bahas Investasi Syariah Jelang Ramadan
Astra Siap Bagikan Dividen Final Rp15,8 Triliun pada Pertengahan 2026
Harga Emas Pegadaian Naik Tipis, Galeri24 Tembus Rp3,06 Juta per Gram
GoTo Buka Suara Soal Investasi Google dan Posisi Nadiem Makarim