Pasar saham Asia ditutup dengan performa yang beragam. Sentimen investor turut dipengaruhi oleh memanasnya hubungan diplomatik antara China dan Jepang, di mana China mengeluarkan imbauan peringatan perjalanan dan studi untuk warganya ke Jepang.
Dari sisi data ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang untuk kuartal III 2025 mengalami kontraksi sebesar 0,4 persen secara kuartalan. Meski mencatat kontraksi pertama sejak Kuartal I 2024, angka ini masih lebih baik dari perkiraan kontraksi 0,6 persen. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh melemahnya konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya tekanan harga.
Rekomendasi Saham dari Analis
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham pilihan atau top picks untuk perdagangan hari ini, yang meliputi saham-saham seperti BBRI, ASII, ASRI, MYOR, dan WIIM.
Pandangan serupa mengenai tren penguatan IHSG disampaikan oleh Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas. Secara teknikal, IHSG dikonfirmasi masih berada dalam fase uptrend, didukung oleh posisi MA20 dan MA60 yang membentuk positive crossover. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga memberikan sinyal positif.
Dari Mirae Asset Sekuritas, rekomendasi saham yang dapat diperhatikan adalah CUAN, TPIA, dan ULTJ.
Faktor Pendukung dari Dalam dan Luar Negeri
Dari sisi sentimen global, pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang mendukung pemangkasan suku bunga pada Desember memberikan sentimen positif, meski diwarnai kekhawatiran atas pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Di dalam negeri, konsensus pasar memperkirakan BI Rate akan dipertahankan pada level 4,75 persen. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Selain itu, likuiditas pasar modal juga diharapkan meningkat dengan rencana masuknya Danantara yang dijadwalkan mulai berinvestasi pada Januari 2026.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Artikel Terkait
BEI Catat Empat Emisi Baru, Tembus Rp216 Triliun di Awal 2026
IHSG Pacu Kembali ke Level 9.000, Transaksi Saham Melonjak 48%
IHSG Tembus 9.000, Rekor Baru dan Euforia Investor Warnai Awal 2026
Data Tenaga Kerja AS Mengejutkan, Wall Street Malah Meroket