Banjir bandang kembali melanda Sungai Wih Gile di Bener Meriah, Aceh. Kali ini, air yang mengamuk itu membawa serta gelondongan-gelondongan kayu yang ikut hanyut. Kabar baiknya, kondisi sudah mulai mereda. Air surut dan kayu-kayu yang berserakan itu pun sudah mulai dibersihkan.
Menurut Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, kayu-kayu itu bukan barang baru. Ia menjelaskan bahwa material tersebut sebenarnya sudah ada sejak peristiwa banjir akhir November lalu.
"Sumbernya dari sekitar hulu, dekat Gunung Buri Telong. Saat banjir sebelumnya, sejumlah kayu gelondongan sempat tertahan. Nah, arus kali ini membawa sisa-sisa itu semua," ujar Asrianus, Kamis (8/1/2026).
"Masih ada yang tersangkut, jadi terbawa lagi. Ditambah dengan sampah kayu lainnya," imbuhnya.
Untungnya, banjir di Sungai Wih Gile ini tidak sampai meluap ke pemukiman. Asrianus menyebut kondisi sungai yang cukup dalam mencegah bencana yang lebih parah. Meski begitu, pendangkalan sempat terjadi usai banjir pertama.
Artikel Terkait
Gus Yahya Tegaskan Batas: Dukungan Emosional, tapi Tak Campuri Kasus Hukum Gus Yaqut
Ritual Macet Truk Kontainer Kembali Paralyze Jakarta Utara
Damkar Bogor Berjuang dengan Lima Unit Rescue untuk 40 Kecamatan
Kemnaker Ingatkan Publik: Waspada Hoaks Pendaftaran BSU 2026