OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa

- Minggu, 05 April 2026 | 08:10 WIB
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa

Di sisi lain, sampah antariksa murni buatan manusia. Ia adalah limbah yang mengorbit Bumi: satelit yang sudah mati, badan roket bekas, atau serpihan dari tabrakan di luar angkasa. Jumlahnya terus bertambah dan jadi ancaman serius, begitu menurut NASA. Nah, ketika sampah ini jatuh kembali ke Bumi dan masuk atmosfer, ia juga akan terbakar dan bercahaya. Makanya, penampakannya sering dikira meteor.

Lalu, Bagaimana Membedakannya?

Karena proses fisik saat masuk atmosfer mirip yaitu pemanasan ekstrem dan ablasi wajar jika keduanya tampak serupa. Tapi, beberapa ciri ini bisa jadi patokan:

Asal-usul: Meteor dari alam, sampah antariksa dari aktivitas manusia.

Kecepatan: Meteor biasanya jauh lebih cepat. Sampah antariksa terlihat lebih lambat dan 'santai'.

Penampakan visual: Meteor sering berupa garis cahaya tipis yang hilang dalam sekejap. Sampah antariksa? Sering terpecah-pecah seperti kembang api dan bertahan lebih lama di pandangan.

Jadi, cahaya misterius di langit Lampung itu adalah pengingat. Di atas kita, selain keindahan alam semesta, ada juga jejak aktivitas manusia yang suatu saat bisa jatuh kembali. Fenomena alam seperti meteor memang memesona, tapi cahaya dari sampah antariksa justru bercerita tentang masalah yang kita ciptakan sendiri di orbit planet ini.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar