Suasana bahagia pernikahan anaknya berubah jadi petaka bagi Dadang. Di Desa Kertamukti, Campaka, Purwakarta, Sabtu (4/4) lalu, hajatannya justru berakhir dengan kematiannya sendiri. Ia tewas setelah dikeroyok segerombolan preman yang datang ke lokasi pesta.
Polisi masih berburu para pelaku. Menurut penyelidikan sementara, semua berawal dari aksi pemalakan yang eskalasinya tak terkendali.
1. Hajatan yang Berubah Jadi Malam Duka
Rumah Dadang di Desa Kertamukti seharusnya dipenuhi tawa dan ucapan selamat. Tapi semua sirna ketika sejumlah pemuda tak dikenal muncul dan memicu keributan. Situasi cepat memanas, berujung pada pengeroyokan terhadap pemilik hajatan itu.
Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi membenarkan kejadian itu.
"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," katanya di Mapolsek, Sabtu malam.
Dadang sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tak sadar. Sayangnya, upaya itu sia-sia. Luka-luka akibat pengeroyokan itu terlalu parah, dan nyawanya tak tertolong.
2. Awalnya Rp 100 Ribu, Lalu Melonjak Jadi Setengah Juta
Cerita lengkapnya datang dari adik korban, Wahyudin. Menurut pengakuannya, kelompok itu datang dengan niatan jelas: memalak. Mereka meminta uang kepada keluarga yang sedang sibuk dengan resepsi.
"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujar Wahyudin.
Rupanya, pemberian itu tak cukup. Sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali. Kali ini, permintaannya jauh lebih besar: Rp 500 ribu. Dadang menolak. Penolakan inilah yang diduga memicu amarah mereka, lalu berlanjut pada keributan dan penganiayaan mematikan.
Sampai saat ini, suasana di lokasi kejadian masih mencekam. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi untuk menyusun kronologi yang utuh dan menangkap mereka yang bertanggung jawab atas kematian Dadang.
Artikel Terkait
Idul Adha 1447 H, Dirut BULOG: Semangat Kurban Jadi Fondasi Jaga Ketahanan Pangan Nasional
AHY: Punya Anak Kembali Bikin Makin Hayati Beratnya Ujian Nabi Ibrahim
JICT Salurkan 40 Hewan Kurban ke Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
Kuli Bangunan Jadi Korban Pengeroyokan Pemuda Mabuk di Cileungsi