Christhoper Natanael Raja
DEMAK – Kabar baik akhirnya datang dari Kabupaten Demak. Banjir yang sempat merendam wilayah itu mulai mengering. Tapi, di balik kabar itu, ada duka yang mendalam. Seorang anak perempuan berusia delapan tahun, warga Desa Trimulyo, ditemukan meninggal dunia. Ia sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir melanda pada Jumat pekan lalu.
Menurut laporan terbaru dari BPBD setempat, kondisi genangan di lima kecamatan yang terdampak sudah jauh membaik. Ketinggian air di permukiman warga kini rata-rata cuma tersisa 5 sampai 10 sentimeter saja. “Seiring surutnya air, jumlah pengungsi juga menurun drastis,” jelas Abdul Muhari dari BNPB, Minggu siang.
Angkanya memang turun tajam. Kalau sebelumnya ribuan orang harus mengungsi, per Sabtu kemarin hanya tersisa 12 jiwa yang masih bertahan di Madrasah Diniyah Sindon. Sebagian besar warga lainnya sudah pulang, mencoba menata kembali rumah mereka yang porak-poranda.
Namun begitu, pekerjaan berat masih menanti. Fokus utama sekarang adalah menambal sejumlah tanggul yang jebol. Di Dusun Soloware, Desa Trimulyo, misalnya, upaya perbaikan sedang digenjot. Mereka memasang ratusan jumbo bag, sesek, serta pancang bambu dan glugu. Targetnya, pekerjaan ini bisa kelar dalam sepuluh hari.
Sementara itu, di lokasi lain seperti Dusun Solondoko dan Desa Sidoharjo, perbaikan juga berjalan paralel dengan skala material yang lebih besar. Di sana, waktu penyelesaian diperkirakan butuh sekitar dua minggu.
Banjir yang dipicu hujan deras dan luapan Sungai Tuntang ini sebelumnya memang parah. Genangan air sempat mencapai satu setengah meter di beberapa titik, seperti di Desa Trimulyo dan Ploso. Jalanan pun terputus, tak bisa dilewati kendaraan kecil. Tak cuma rumah, sawah-sawah warga, terutama di Sidoharjo, juga terendam semua.
Meski sedang menangani gempa di Manado, Kepala BNPB Suharyanto tetap memantau situasi di Demak. Dia langsung memerintahkan timnya untuk turun ke lapangan dan berkoordinasi penuh dengan BPBD Jawa Tengah. Upaya darurat harus dipercepat.
Kini, air memang sudah surut. Tapi bekasnya masih jelas terlihat. Dan untuk keluarga di Trimulyo yang kehilangan sang anak, musibah ini meninggalkan luka yang butuh waktu sangat lama untuk sembuh.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
BI Buka Layanan Penukaran Uang Rusak dan Cacat, Begini Syaratnya
Wakil Ketua MPR: Penguatan Ekosistem E-Sports Kunci Dorong Ekonomi Digital Nasional
Polres Rokan Hilir Matangkan Pengamanan Event Wisata Nasional Bakar Tongkang 2026
Rapat Kerja dengan Komisi XIII DPR Memanas, Menteri HAM Pigai Keluhkan Minimnya Apresiasi