Bayangkan hampir setengah dari semua orang di planet ini hidup dalam terik panas yang menyengat. Itulah gambaran suram yang diungkap riset Universitas Oxford baru-baru ini. Menurut mereka, skenario itu bisa jadi kenyataan pada 2050 jika Bumi memanas 2 derajat Celcius dibanding masa pra-industri. Dan sayangnya, kemungkinan ke arah situasi itu makin besar.
Studi yang terbit di jurnal Nature Sustainability akhir Januari lalu ini punya peringatan keras. Dampak terberat ancaman pemanasan global ini bakal dirasakan oleh masyarakat di negara-negara tropis.
“Temuan ini adalah peringatan,” ujar Dr. Jesus Lizana, penulis utama riset sekaligus Profesor Madya Ilmu Rekayasa di Oxford.
Dia menjelaskan, begitu Bumi melampaui batas 1,5 derajat Celcius, konsekuensinya akan luar biasa. Segala hal, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga migrasi dan pertanian, bakal terganggu.
Negara seperti Republik Afrika Tengah, Nigeria, Sudan Selatan, Laos, dan Brasil diprediksi mengalami lonjakan suhu paling ekstrem dan berbahaya. Namun, dari sisi jumlah penduduk yang terdampak, India, Nigeria, Indonesia, Bangladesh, Pakistan, dan Filipina akan menjadi episentrum penderitaan.
Artikel Terkait
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI
Resident Evil Requiem Catat Rekor, Terjual 6 Juta Kopi dalam Dua Minggu
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026