NYON Udara di markas UEFA sore itu tegang. Pengundian babak play-off Liga Champions akhirnya selesai juga, menentukan nasib 16 klub yang masih bertahan. Mereka harus bertarung dalam dua leg yang sengit, hanya delapan yang akan meraih tiket ke babak 16 besar.
Kalau melihat bagan yang dirilis UEFA, jalan menuju puncak sama sekali tak akan mulus. Bahkan bagi tim-tim unggulan yang langsung lolos ke fase berikutnya, tidak ada jatah laga gampang. Setiap lawan bakal jadi batu ujian yang serius.
Di sisi lain, beberapa pertemuan di fase play-off ini menjanjikan drama. Ambil contoh duel AS Monaco melawan PSG, atau Qarabağ yang akan menjamu Newcastle United. Menurut sejumlah saksi, atmosfer pengundian cukup menegangkan. Nah, pemenang dari dua laga panas itu nantinya akan berjodoh dengan PSG atau Chelsea.
Tak kalah seru, ada momen lain yang menarik perhatian. Galatasaray versus Juventus, misalnya, atau Club Brugge yang harus berhadapan dengan raksasa Spanyol, Atlético Madrid. Pemenangnya nanti mendapat tugas berat: menghadapi Liverpool atau Tottenham Hotspur.
Lalu, bagaimana dengan Benfica yang harus berurusan dengan Real Madrid? Atau Bodø/Glimt, tim yang jadi cerita indah musim ini, yang akan diuji oleh Inter Milan. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang, tantangan berikutnya sudah menunggu: Sporting CP atau Manchester City. Bayangkan saja.
Sementara itu, di bagian lain bagan, Borussia Dortmund akan berjumpa Atalanta. Lalu ada Olympiacos yang harus menahan gempuran Bayer Leverkusen. Dua pemenang dari sini nantinya bakal berhadapan dengan Arsenal atau raksasa Jerman, Bayern Munchen. Benar-benar babak yang brutal.
Soal jadwal, leg pertama babak 16 besar digelar pada 11 dan 12 Maret mendatang. Sedangkan leg kedua, momen penentuan itu, baru akan berlangsung seminggu setelahnya, tepatnya 18-19 Maret. Semuanya masih sangat terbuka.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares