iPhone 16 Kuasai Pasar Global 2025, Samsung Tak Mau Kalah di Segmen Android

- Senin, 02 Februari 2026 | 13:12 WIB
iPhone 16 Kuasai Pasar Global 2025, Samsung Tak Mau Kalah di Segmen Android

Counterpoint Research baru saja merilis laporannya yang selalu dinanti: daftar ponsel terlaris di dunia sepanjang 2025. Hasilnya? iPhone 16 dari Apple berhasil menduduki puncak. Data ini diambil dari Global Handset Model Sales Tracker mereka, yang jadi acuan banyak pihak di industri.

Uniknya, dominasi Apple dan Samsung di sepuluh besar ternyata sudah berlangsung empat tahun berturut-turut. Kalau dijumlah, penjualan semua model di daftar itu menyumbang hampir seperlima dari total pasar global. Angka yang cukup signifikan.

Rupanya, kesuksesan Apple tahun ini punya cerita. Menurut Tarun Rastogi, analis di Counterpoint, seri iPhone 17 menunjukkan performa yang sangat solid.

"Seri iPhone 17 mencatatkan penjualan 16% lebih tinggi dibandingkan seri pendahulunya pada kuartal penuh pertama di pasar," jelasnya.

Menurutnya, lonjakan ini didorong permintaan awal yang kuat dari pasar-pasar kunci macam AS, China, dan Eropa Barat.

Kunci suksesnya ada pada varian standar. Apple dengan cerdas memberikan peningkatan pada refresh rate layar, menambah RAM, dan memperluas penyimpanan dasar. Strategi ini bikin varian biasa jadi makin mirip dengan model Pro, sehingga menarik banyak konsumen yang tadinya ragu-ragu. Selain itu, Apple juga punya jurus lain: iPhone 16e. Model yang diluncurkan tahun lalu ini dirancang sebagai pintu masuk ke ekosistem mereka, dengan fitur terbaru tapi harga lebih terjangkau. Pasar seperti Jepang dan AS merespons sangat baik.

Lalu, bagaimana dengan Android? Di sini, Samsung masih jadi raja. Mereka berhasil menempatkan tiga modelnya dalam daftar sepuluh besar. Gelar Android terlaris sepanjang 2025 jatuh ke tangan Galaxy A16 5G.

Smartphone ini memang populer karena menawarkan keseimbangan yang pas antara spesifikasi dan harga, ditambah dukungan software yang baik. Tapi ceritanya nggak mulus-mulus amat. Rilis Galaxy A17 5G yang lebih cepat dari perkiraan sedikit menggerus penjualan pendahulunya itu.

Di segmen flagship, Samsung juga patut diacungi jempol. Seri Galaxy S mereka bertengger di puncak untuk tahun kedua kalinya. Karn Chauhan, analis senior Counterpoint, melihat ada perkembangan menarik dari Galaxy S25 Ultra.

"Perangkat ini (Galaxy S25 Ultra) menghadirkan kemampuan AI terdepan, didukung oleh peningkatan berkelanjutan pada aspek utilitas, produktivitas, media, serta sejumlah fitur eksklusif seperti AI Select dan Audio Eraser," papar Chauhan.

Ia menambahkan, "Yang menarik, Galaxy S25 Ultra berhasil memperkecil selisih pangsa penjualan dengan seri A Samsung yang paling laris, meskipun terdapat perbedaan harga yang signifikan."

Perangkat ini konon tumbuh lebih dari tiga kali lipat di Jepang dan mencatat pertumbuhan dua digit di India. Cukup impresif untuk ponsel sekelas flagship.

Ke depan, Counterpoint punya prediksi yang perlu diwaspadai. Pasar ponsel pada 2026 kemungkinan akan dihadapkan pada kelangkaan memori. Dampaknya bakal paling terasa di segmen entry-level sampai menengah, yang banyak dijual di pasar berkembang seperti Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Dalam situasi seperti itu, ponsel flagship justru diprediksi akan meningkatkan porsi penjualannya secara global. Memang, siklus ganti ponsel sekarang jadi lebih panjang. Tapi program pembiayaan, tukar-tambah, dan maraknya pasar ponsel bekas berkualitas, diperkirakan bisa membantu menjaga permintaan tetap stabil. Tahun depan, persaingan dipastikan akan makin seru.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar