Lalu, bagaimana hujan terbentuk? Begini. Udara yang naik itu seringkali membawa uap air. Saat mencapai ketinggian, udara tersebut mendingin. Uap air lalu mengembun membentuk awan. Jika proses ini terus berlanjut, butiran air jadi makin berat dan akhirnya… turunlah hujan. Yang menarik, hujan belum tentu jatuh di tempat yang sama dengan sumber panasnya. Awan bisa terbawa angin jauh, sehingga curahan hujan bisa terjadi di wilayah yang sama sekali berbeda.
Jadi, kalau dirunut, Matahari adalah bahan bakar utama dari seluruh sistem cuaca kita. Rantainya kira-kira seperti ini: pemanasan dari Matahari memicu perbedaan suhu, lalu perbedaan tekanan, yang melahirkan angin. Angin dan udara naik membantu pembentukan awan, dan akhirnya turun hujan.
Bayangkan jika tidak ada perbedaan tekanan. Udara akan diam saja. Angin pun takkan berhembus, dan siklus air terhenti. Atmosfer kita hanya akan menjadi lapisan gas yang statis dan membosankan tanpa awan, tanpa angin, tanpa perubahan cuaca apa pun.
Artikel Terkait
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI
Resident Evil Requiem Catat Rekor, Terjual 6 Juta Kopi dalam Dua Minggu
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026